Plot Twist! MinyaKita Wacana DMO 100% Bulog, Nasib UMKM disorot Mendag

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 11 September 2026 | 13:01 WIB
Plot Twist! MinyaKita Wacana DMO 100% Bulog, Nasib UMKM disorot Mendag
Plot Twist! MinyaKita Wacana DMO 100% Bulog, Nasib UMKM disorot Mendag (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Rencana perombakan skema distribusi MinyaKita makin hangat dibahas. Usulan untuk menerapkan Domestic Market Obligation (DMO) 100 persen lewat Perum Bulog menuai berbagai pertimbangan mendalam dari pemerintah.

Kebijakan ini nggak bisa langsung dieksekusi begitu aja tanpa memikirkan dampaknya bagi para pelaku usaha di rantai pasok yang sudah ada.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau yang akrab dipanggil Busan menegaskan kalau rencana penunjukan Bulog sebagai distributor tunggal harus betul-betul memperhitungkan ekosistem bisnis yang berjalan saat ini. Khususnya keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga distributor swasta lainnya yang ikut mendistribusikan MinyaKita.

"Karena juga banyak UMKM, distributor yang lain itu menjadi distributor MinyaKita. Jadi kan harus bareng-bareng," kata Mendag Budi, Rabu silam (09/09/2026).

Pemerintah spill situasi lapangan

Pemerintah memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan drastis. Langkah pemantauan secara berkala terhadap dinamika lapangan tetap dilakukan dan menjadi pertimbangan besar sebelum mengetok palu terkait kebijakan DMO MinyaKita 100 persen.

Menurut Budi, model penyaluran yang berjalan saat ini sejatinya melibatkan kolaborasi multi-pihak, yaitu UMKM, Bulog, hingga BUMN pangan ID FOOD. Kombinasi ini dinilai masih sangat efektif dan tidak menimbulkan kendala berarti di pasar dalam pendistribusian MinyaKita.

Libatkan UMKM

"Sekarang masih UMKM yang berbarengan juga dengan Bulog, dengan ID FOOD, tapi kan enggak ada masalah selama ini. Jadi kita juga harus kasih kesempatan kepada UMKM yang lain," kata Busan.

Memberikan ruang gerak bagi UMKM lokal untuk tetap mengambil peran dalam rantai distribusi minyak goreng curah kemasan ini menjadi poin penting agar roda perekonomian rakyat kecil tidak padam.

Realisasi Bulog

Secara regulasi resmi, porsi kewajiban distribusi MinyaKita yang dibebankan kepada Bulog sebenarnya berada di angka 35 persen. Namun, dalam praktiknya, Bulog sudah berhasil mencatatkan performa realisasi yang cukup impresif.

Realisasi penyaluran di lapangan tercatat Bulog telah menembus angka sekitar 51 persen, melebihi target minimal yang ditetapkan.

Peran strategis BUMN (Bulog)

Hal ini membuktikan peran aktif BUMN dalam menjaga stabilitas pasokan, sekaligus tunjukin kalau sinergi antara BUMN dan distributor UMKM sejauh ini tetap dapat berjalan beriringan tanpa harus mematikan salah satu pihak.

Evaluasi mendalam juga bakal terus dilakukan supaya keterjangkauan harga dan ketersediaan barang di masyarakat tetap terjaga. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Wacana DMO 100% MinyaKita lewat Bulog belum langsung diketok palu, karena pemerintah masih mempertimbangkan nasib UMKM dan distributor swasta. Saat ini, distribusi masih jalan bareng antara UMKM, Bulog, dan ID FOOD, bahkan realisasi Bulog sudah tembus sekitar 51% dari kewajiban 35%. Intinya, pemerintah mau pasokan dan harga tetap aman tanpa bikin pelaku usaha kecil kehilangan panggung.

minyakita Mendag Budi Santoso UMKM Perum Bulog DMO 100 Persen

Infografis

Terkini