Next Level! Kopdes Merah Putih Bikin Subsidi Tepat Sasaran, Hemat Rp150 T
astakom.com, Jakarta - Pernah nggak sih kamu ngerasa gemes banget pas ngeliat subsidi pemerintah malah "salah alamat" alias dinikmati sama orang yang nggak berhak? Nah, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digadang-gadang bakal jadi solusi real buat ngebabat habis masalah ini.
Nggak main-main, potensi penghematan anggaran negara dari subsidi yang nggak tepat sasaran ini ditaksir tembus sampai Rp150 triliun per tahun.
Skemanya terbilang genius, yaitu dengan menjadikan KDMP sebagai kanal utama distribusi barang-barang subsidi pemerintah langsung ke tingkat desa.
“Paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya,” kata Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria, dikutip astakom.com pada Kamis (10/09/2026).
Sistem daring integrasi
Biar distribusinya makin gacor dan transparan, pemerintah lewat BP BUMN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) lagi menyiapkan sistem daring berbasis data tunggal.
Nantinya, cuma masyarakat yang terdata dan benar-benar berhak yang bisa mengakses barang subsidi itu lewat jaringan KDMP.
“Jadi kita sedang membuat tim, antara saya, tim saya, tim Pak Purbaya dan tim Menteri Koperasi membangun nanti online system, yang berdasarkan kepada basis siapa yang berhak untuk menerima subsidi,” kata Dony.
Kontrol distribusi barang subsidi
Dengan cakupan yang menjangkau pelosok desa, KDMP bakal memegang peranan kunci agar bantuan sosial maupun subsidi barang pokok nggak lagi melenceng dari target. Dony menjelaskan dengan fungsi KDKMP sebagai kanal distribusi pemerintah, KDKMP sangat membantu pemerintah mengontrol distribusi berbagai barang subsidi.
"Fungsi daripada Kopdes ini sehingga nanti tidak jadi bias kepada masalah. Kopdes ini menjadi channel distribution. Jadi di manapun lokasinya, karena coverage-nya adalah desa,” kata Dony.
Senjata ampuh redam inflasi
Selain mengamankan subsidi, KDMP juga siap dipasang jadi garda terdepan buat menjaga kestabilan harga saat barang pokok melonjak. Sehingga hadirnya KDMP menjadi penyeimbang harga sehingga membantu menekan inflasi.
“Misalkan harga beras naik. Kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes harga sekian. Inflasi bisa kita tekan, terutama bahan pokoknya,” jelas Dony.
Nggak berhenti di situ, KDMP bakal dioperasikan sebagai agen layanan perbankan demi mempermudah akses keuangan warga desa mulai dari setor hingga tarik tunai.
Kredit berbunga rendah
Langkah ini sekaligus jadi jurus ampuh buat memberantas praktik tengkulak atau rentenir yang kerap bikin masyarakat tercekik. Lewat kerja sama dengan PNM, warga bakal disediakan akses kredit murah atau berbunga rendah yang lebih worth it.
“Kita ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PNM nanti membuka kantor di Koperasi Desa. Dalam rangka apa? Menyalurkan kredit. Untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak yang kena rentenir dan sebagainya. Nanti dengan bunga ada 8 persen,” ujarnya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Kopdes Merah Putih diproyeksikan jadi game changer distribusi subsidi biar bantuan nggak lagi salah alamat. Lewat sistem digital berbasis data tunggal, barang subsidi bisa disalurkan langsung ke warga yang memang berhak. Nggak cuma itu, Kopdes juga bisa bantu stabilkan harga bahan pokok, perluas akses perbankan, sampai motong rantai rentenir lewat kredit murah. Kalau eksekusinya solid, potensi penghematan anggaran bisa tembus Rp150 triliun per tahun.









