Luhut Spill Skema Bansos Digital: Pakai Kupon, Bisa Bayar Listrik hingga Beli Beras
astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus nge-push kebijakan digitalisasi bantuan sosial (bansos) untuk meningkatkan akurasi penerima manfaat dan menghapus bansos yang nggak tepat sasaran.
Sebanyak 50 juta masyarakat miskin dipastiin bakal dapat bansos lewat skema digital itu. Pengaplikasian skema ini nggak langsung dalam bentuk tunai. Jadi uangnya nggak bisa dipakai sembarangan.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bilang kalau sasaran penerima bansos udah ada 50 juta masyarakat.
Kupon bansos
Dia juga bilang kalau mekanisme penyaluran bansos digital itu dilakukan supaya dana bantuan dipakai hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kayak buat listrik sampe beli beras.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan yaitu pakai kupon digital dengan penggunaan atau pemakaian yang terbatas.
"Kita masih mikir apakah nanti memberikan kupon sehingga tidak boleh judi online jadi hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam," kata Luhut dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DEN pada Kamis (10/09/2026).
Pembatasan penggunaan dana
Luhut bilang pembatasan penggunaan dana bansos itu perlu dilakukan supaya bantuan digunakan dengan tepat. Skema yang digunakan juga dipilih supaya mekanisme penyalurannya lebih transparan dan kurangi interaksi langsung antara petugas dan penerima bantuan yang kadang suka bocor.
"Kita masih mikir apakah nanti memberikan kupon sehingga tidak boleh judi online jadi hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DEN pada Kamis (10/9/2026).
Tantangan digitalisasi
Dalam pelaksanaan penyaluran bansos digital ini ditemukan tantangan tersendiri. Luhut bilang kalau dalam digitalisasi bansos tantangannya adalah persoalan data penerima berdasarkan desil. Meski begitu dia optimistis persoalan itu bisa terus dikurangi lewat koordinasi antarpihak.
"Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil, tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya, itu bisa teratasi makin lama makin sedikit masalah. Dan saya berharap pada waktu presiden roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius," kata Luhut. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi gaspol digitalisasi bansos buat memastikan bantuan 50 juta masyarakat miskin benar-benar tepat sasaran. Skemanya bisa berupa kupon digital dengan penggunaan terbatas, misalnya buat bayar listrik, beli beras, atau bensin, jadi nggak bisa dipakai sembarangan. Luhut juga menilai digitalisasi bisa bikin penyaluran lebih transparan dan mengurangi potensi kebocoran. Tantangan soal akurasi data desil masih ada, tapi pemerintah optimistis bisa diminimalkan sebelum peluncuran pada Oktober 2026.









