Plot Twist DTSEN! Anak Purbaya Desil 7, Tukang Becak Desil 10, Akurasi Data Bakal Diuji
astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mau nguji akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang banyak diprotes dan dikeluhkan warga.
Pasca munculnya banyak laporan ketidaksesuaian penetapan kelompok kesejahteraan (desil) Kemenkeu akan memastikan langsung kesesuaian data yang diperoleh itu.
Hal ini dilakukan untuk memastikan presisi data sebelum nantinya data ini digunakan atau dipakai sebagai acuan utama penyaluran program bantuan pemerintah termasuk bantuan sosial atau bansos.
Keresahan tentang akurasi data juga makin bikin heran setelah ditemukan anomali data, di mana anak Menkeu Purbaya sendiri yaitu Yudo Achilles Sadewa, terdaftar di desil 7.
Soroti metodologinya
Justru sebaliknya malah ada informasi yang menyebutkan bahwa seorang tukang becak masuk ke kategori desil 10 atau kategori paling sejahtera. Purbaya mengaku heran lantaran proses pemutakhiran DTSEN 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dikabarkan belum sepenuhnya rampung.
"Kenapa datanya salah? Saya enggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya, itu urusan mereka, mereka lebih ahli harusnya kan,” kata Menkeu Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, dikutip Rabu (09/09/2026).
Ketepatan desil penting banget
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau ketepatan desil sangat krusial. Seperti yang diketahui, desil adalah salah satu acuan utama dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat dan berhak atau tidaknya mendapat bantuan sosial dari negara.
Makanya, kesalahan pendataan ini berisiko membuat program perlindungan sosial menjadi tidak tepat sasaran. Dia juga menyoroti kejanggalan laporan yang diterimanya dari masyarakat.
Purbaya bilang anomali data ini bakal dia cek lagi demi memastikan dan mendapatkan data yang akurat sesuai kondisi real di lapangan.
“Apalagi katanya anak saya desil 7, yang tukang becak ada desil 10. Kan enggak bener itu. Nanti saya cek lagi,” kata Purbaya.
Bakal uji ratusan sample
Untuk memastikan kebenaran atau valid tidaknya data di lapangan, Menkeu Purbaya berniat menurunkan tim buat menguji beberapa ratus sampel data DTSEN setelah pemutakhiran selesai dilakukan.
Kalau ternyata masih banyak ditemukan keteledoran atau ngegep banyaknya ketidaksesuaian data secara signifikan, Purbaya akan mendesak BPS untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki metodologi pendataan yang digunakan. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
DTSEN lagi diuji serius, nih. Menkeu Purbaya mau mengecek ratusan sampel data setelah muncul sejumlah anomali desil, termasuk anaknya yang tercatat desil 7 sementara tukang becak masuk desil 10. Kalau masih banyak data yang meleset, Purbaya bakal mendorong BPS mengevaluasi dan memperbaiki metodologi pendataan supaya bansos dan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.









