Sempat Ditutup Gegara Abu Vulkanik, Daftar 8 Bandara Kini Kembali Dibuka
astakom.com, Jakarta – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat berdampak pada sejumlah bandar udara. Namun, setelah kembali dibuka pada Selasa (8/9/2027), operasional penerbangan di bandara-bandara tersebut kembali berjalan normal dengan keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com pada Rabu, (09/09/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut operasional penerbangan terus berjalan normal sejak bandara terdampak dibuka kembali. Kemenhub juga masih memantau kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dalam keterangannya, Kemenhub menyebut pemantauan dilakukan bersama sejumlah pihak untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan. Hingga saat ini, BMKG juga belum melaporkan adanya abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut.
Delapan bandara sudah beroperasi
Bandara yang kembali beroperasi mencakup Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Jawa Barat, Budiarto Curug Banten, Pondok Cabe Banten, Muhammad Taufiq Kiemas Lampung, Raden Inten II Lampung, serta Atung Bungsu Sumatera Selatan.
“Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (08/09/2026) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ucap Menteri Perhubungan Dudy di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Kemenhub bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan terkait masih melakukan pemantauan serta koordinasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya terhadap penerbangan.
Aktivitas Soekarno-Hatta berjalan
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta juga kembali melayani penerbangan setelah dibuka. Pada 8 September 2026, tercatat 875 penerbangan yang terdiri dari 436 keberangkatan dan 439 kedatangan untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Sementara pada 9 September 2026, terdapat jadwal 966 penerbangan dengan estimasi 131.495 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.
“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” tutur Menhub.
Erupsi masih dipantau ketat
Berdasarkan informasi PVMBG, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan saat ini berada pada Status Level III (Siaga).
Meski penerbangan kembali berjalan normal, perkembangan aktivitas gunung api dan kondisi ruang udara tetap dipantau. Kemenhub juga meminta masyarakat serta pengguna jasa penerbangan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan.
Hingga pemantauan BMKG dalam keterangan tersebut, belum terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah terkait. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Penerbangan di sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah kembali berjalan normal. Buat kamu yang punya jadwal terbang, tetap pantau informasi resmi dari pemerintah, bandara, dan maskapai karena kondisi ruang udara masih terus dipantau.









