Pahlawan Pangan Gugur saat Tugas Kemanusiaan: Tiga ASN Dinas Pertanian Ditembak KKB di Papua Pegunungan

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 10 September 2026 | 16:08 WIB
Pahlawan Pangan Gugur saat Tugas Kemanusiaan: Tiga ASN Dinas Pertanian Ditembak KKB di Papua Pegunungan
ilustrasi garis polisi. [AI]

astakom.com, Jakarta — Kabar duka menyelimuti dunia pertanian dan pelayanan publik di Tanah Papua. Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas mengenaskan usai diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan kembali usai menyerahkan bantuan pangan dan ternak untuk warga.

Insiden tragis ini terjadi di Distrik Muliama pada Rabu (09/09/2026) sore, ketika rombongan korban hendak bertolak menuju Wamena setelah menuntaskan penyerahan bantuan di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa aksi penembakan ini diduga kuat didalangi oleh kelompok KKB Kodap III Ndugama.

“Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/09/2026).

Kronologi dan Identitas Korban

Serangan mendadak dari KKB di jalur Distrik Muliama membuat ketiga petugas lapangan tersebut tak berkutik. Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi menuju rumah sakit terdekat.

“Jenazah ketiga korban penembakan, yakni AR (49), AAM (35), dan WM (25), sudah berada di RSUD Wamena,” jelas Faizal.

Jarak lokasi kejadian di Muliama menuju Wamena sendiri berkisar 20 kilometer dan sebenarnya dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dukacita Mentan Amran: Mereka Pahlawan Pangan!

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang merenggut nyawa para petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap petugas kemanusiaan sama sekali tidak bisa dibenarkan.

“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran melalui keterangan resmi, Kamis (10/09/2026).

Amran juga meminta Satgas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas kasus ini serta menjamin keamanan penuh bagi setiap petugas yang mengabdi di pedalaman Papua.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.

Meski dilanda duka mendalam, pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan dan ternak di wilayah Papua Pegunungan tidak akan goyah. Selain memberikan dukungan penuh kepada keluarga para korban, Mentan berharap manfaat program pemerintah tetap dirasakan masyarakat luas.

“Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Amran. (RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya gugur usai ditembak oleh KKB Kodap III Ndugama di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore saat perjalanan pulang usai menyerahkan bantuan pangan dan ternak buat warga. Duka mendalam pun disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman yang sebut para korban sebagai "pahlawan pangan" dan mendesak aparat keamanan buat usut tuntas para pelaku. Merekam insiden tragis ini, pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan di pedalaman Papua nggak bakal goyah dan bakal tetap terus jalan demi kecukupan pangan masyarakat.

kkb Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kementerian Pertanian Mentan Amran Suaiman Penembakan Satgas Damai Cartenz

Infografis

Terkini