Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau: BNPB Cek Kesiapsiagaan Pesisir Banten Biar Masyarakat Tetap Safe!
astakom.com, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Pencegahan turun langsung ke Banten buat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat pesisir. Langkah pendampingan ini dilakukan guna mengantisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kini berstatus Level III (Siaga), termasuk potensi bahaya sekunder seperti tsunami.
Penugasan tim BNPB yang dimulai sejak 6 September 2026 ini berfokus pada assessment kesiapsiagaan di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Penilaian tersebut menggunakan indikator Tsunami Ready guna memastikan seluruh komponen sistem peringatan dini dan jalur evakuasi berfungsi dengan baik.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa secara umum kawasan pesisir yang ditinjau sudah punya dasar kesiapsiagaan yang lumayan oke, seperti ketersediaan jalur evakuasi, SOP, hingga keaktifan relawan.
"Hasil assessment menunjukkan bahwa secara umum sejumlah wilayah pesisir yang menjadi lokasi peninjauan telah memiliki komponen dasar kesiapsiagaan," ungkap Berton dalam keterangan tertulis dikutip astakom.com, Kamis (10/09/2026).
Check Progress Kesiapan Peringatan Dini dan Jalur Evakuasi
Berdasarkan assessment di lapangan, beberapa area tercatat sudah punya kesiapan yang mantap, namun ada juga sarana yang butuh perbaikan:
- Kabupaten Pandeglang: Di Tanjung Lesung, rambu evakuasi dan simulasi tsunami sudah berjalan berkala, tapi perangkat Warning Receiver System (WRS) Gen masih dalam proses perbaikan. Di Desa Sumberjaya dan Panimbangjaya, tower sirene peringatan dini tsunami dipastikan siap beroperasi dan peta jalur evakuasi terpantau baik.
- Kabupaten Serang: Desa Salira, Karang Suraga, dan Anyar menunjukkan kesiapsiagaan yang rapi dengan ketersediaan peta bahaya, jalur evakuasi menuju titik aman, SOP, serta peran aktif relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
- Kota Cilegon: Kelurahan Kubangsari tercatat memiliki pemahaman risiko yang baik, didukung keaktifan fasilitator kelurahan yang rutin berbagi pembaruan informasi via grup WhatsApp, serta tower sirene yang berfungsi normal.
Sebaran Abu Mereda, Logistik dan Pemantauan Tetap Jalan
Meski sebaran abu vulkanik di Banten udah gak teramati lagi berdasarkan pemantauan hingga Selasa (08/09/2026) sore, BNPB menegaskan pemantauan bakal terus jalan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan cadangan masker di gudang logistik aman buat langkah antisipasi.
BNPB turut mengimbau pemda agar rutin memelihara sarana peringatan dini dan jalur evakuasi. Langkah ini penting banget mengingat pengalaman bencana tsunami Selat Sunda 2018 lalu masih membekas di ingatan warga pesisir.
Saat ini aktivitas masyarakat dan pelayanan publik di pesisir Banten sudah kembali berjalan normal. Warga diingatkan untuk tetap berada di luar radius 3 kilometer dari kawah aktif GAK, selalu tenang, dan hanya memantau informasi resmi dari PVMBG, BNPB, maupun BPBD setempat. (RaM)
Gen Z Takeaway
Biar warga pesisir Banten makin siap dan nggak panik hadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga), BNPB turun tangan langsung buat ngecek kesiapan jalur evakuasi, sirene tsunami, sampai keaktifan relawan di lapangan. Hasil assessment ngebuktikan kalau secara umum warga dan pemda setempat udah punya komponen dasar kesiapsiagaan yang oke.









