Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Gaspol Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
astakom.com, Jakarta – Kabar mengkhawatirkan datang dari perairan Selat Sunda. Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan lost contact alias hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Hingga Kamis (10/09/2026) yang merupakan hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan dari kepolisian dan unsur lainnya masih all out menyisir lautan demi menemukan kedelapan korban. Rombongan ini awalnya berangkat menggunakan speedboat dengan misi dokumentasi aktivitas erupsi GAK.
Kronologi: Hilang komunikasi usai share loc
Berdasarkan info awal, rombongan ini mulai berlayar dari Dermaga Pagedongan, Pantai Carita, Pandeglang, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Salah satu dari lima jurnalis tersebut sempat mengirimkan update titik lokasi (share loc) pada pukul 14.42 WIB. Sayangnya, itu jadi komunikasi terakhir mereka. Mulai pukul 15.04 WIB, komunikasi benar-benar terputus dan keberadaan mereka belum diketahui hingga saat ini.
Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance), plus tiga kru kapal yang mendampingi.
Pencarian diperluas, armada laut dikerahkan penuh
Memasuki hari-hari krusial pencarian, Kepolisian dan Basarnas Lampung makin mengintensifkan operasi SAR. Armada kapal patroli dikerahkan, mulai dari KP.XXV-1001, KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, hingga dukungan dua personel dari KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun, menegaskan bahwa keselamatan tim dan efektivitas pencarian menjadi prioritas.
"Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini," ujar Yuni, seperti dikutip dari laman Divisi Humas Polda Lampung.
Area penyisiran pun kini diperlebar. Mulai dari perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga ke titik-titik krusial di perairan Gunung Anak Krakatau. Terkait hal ini, Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan instruksinya di lapangan.
"Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala," kata Erick.
Fokus bawa pulang semua korban dengan selamat
Di bawah komando Kasi Operasi Basarnas Lampung, Agus Mujiono, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat. Seluruh pihak yang terlibat punya satu tujuan: menemukan rombongan secepatnya.
"Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian," tegas Yuni.
Pihak kepolisian juga menaruh harapan besar agar operasi yang penuh risiko ini membuahkan hasil yang baik. "Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya," tuturnya.
Butuh info sekecil apa pun dari masyarakat
Polisi menyadari bahwa mata dan telinga masyarakat setempat—seperti nelayan atau warga pesisir—bisa jadi kunci penting dalam operasi ini. Karena itu, warga diminta untuk tidak ragu melapor jika melihat atau menemukan petunjuk apa pun di sekitar perairan.
"Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian," ujar Yuni menutup keterangannya.
Mari kita doakan agar seluruh jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. (aNs)
Gen Z Takeaway
Guys, ini urgent banget dan bikin kita overthinking, lima jurnalis sama tiga kru kapal yang lagi OTW liputan erupsi ke Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporin lost contact di perairan Selat Sunda sejak Senin kemaren abis sempet nge-share loc. Sekarang udah masuk hari ketiga pencarian, dan tim SAR gabungan bareng Polisi beneran lagi all out ngerahin semua armada dan effort buat nyisir lautan demi nemuin kedelapan korban, so mari kita doain bareng-bareng semoga mereka bisa cepet ketemu dalam keadaan safe !









