Kapolda Banten Pertimbangkan Opsi Pencarian Jalur Udara, 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 9 September 2026 | 16:14 WIB
Kapolda Banten Pertimbangkan Opsi Pencarian Jalur Udara, 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Perjalanan proses pencarian lima jurnalis di sekitar Gunung Anak Krakatau [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta - Upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang, terus dilakukan secara intensif. 

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih mempertimbangkan opsi pencarian melalui jalur udara.

Saat ini, tim SAR gabungan masih memfokuskan pemantauan dan penyisiran melalui jalur laut di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau

Adapun potensi pengerahan armada udara masih memperhatikan perkembangan situasi cuaca dan aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.

"Sampai dengan sekarang belum ya, belum. Penerbangan pun baru beberapa yang berjalan, apalagi di sekitar sini yang memang pusat terjadinya erupsi Anak Gunung Krakatau," ujar Hengki di Pandeglang, Rabu (09/09/2026), saat menjelaskan alasan belum dilakukan pencarian via udara.

Dukungan medis dan kesiapan operasional tim SAR

Guna menunjang kelancaran dan keselamatan operasional di jalur darat maupun laut, Polda Banten telah mendirikan posko antimortem melalui Dokkes Polda. 

Langkah ini diambil untuk memastikan mitigasi medis serta kesiapan fisik para personel tim SAR gabungan selama bertugas.

"Operasi ini atau pencarian rekan-rekan kita yang masih sampai dengan sekarang belum ada informasi, tentu selain keselamatan tim terpadu ini yang melakukan pencarian, tentu kita akan bekerja keras untuk menemukan dalam pencarian rekan-rekan kita sampai sekarang yang belum kita temukan," katanya.

Radius zona bahaya PVMBG

Pihak kepolisian kembali menegaskan pentingnya kepatuhan seluruh pihak terhadap batas zona aman yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

Berdasarkan regulasi resmi, seluruh aktivitas pelayaran maupun kunjungan dilarang mendekati radius kurang dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

"Ya, kan sudah dari vulkanologi sudah mengimbau semenjak dari mulainya naiknya erupsi ini terjadi, kan tidak boleh mendekati dari radius tiga kilometer. Jadi, harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau itu baru radiusnya aman. Tapi kalau terlalu dekat itu berbahaya," paparnya.

Pengawasan pesisir dan imbauan masyarakat

Selain mengoptimalkan pengawasan terpadu melalui jajaran Polsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di sepanjang wilayah pesisir, pihak kepolisian juga gencar menyampaikan imbauan melalui media sosial agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum pasti.

"Imbauan untuk masyarakat karena masih berlangsungnya erupsi, terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, tentu sama-sama mematuhi apa yang menjadi imbauan dari pemerintah," kata dia. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau masih dikebut tim SAR gabungan lewat jalur laut, sementara opsi pencarian udara menunggu kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik lebih aman. Di tengah proses ini, keselamatan personel tetap jadi prioritas, termasuk dukungan medis dan posko antimortem. Publik juga diingatkan untuk mematuhi radius aman minimal 3 kilometer dari kawah serta tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.

Kapolda Banten Jurnalis Jurnalis Hilang Kontak Anak Krakatau gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau Hengki

Infografis

Terkini