PBB Buka Sidang Umum ke-81: Desak Pemulihan Multilateralisme Dunia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 9 September 2026 | 12:01 WIB
PBB Buka Sidang Umum ke-81: Desak Pemulihan Multilateralisme Dunia
PBB Buka Sidang Umum ke-81: Desak Pemulihan Multilateralisme Dunia [Ilustrasi Sidang PBB/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Di tengah kondisi global yang makin hectic akibat rentetan krisis, Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi dibuka di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (08/09/2026). Sesi kali ini membawa fokus utama menyerukan pemulihan kepercayaan dunia terhadap kerja sama multilateral.

Presiden Majelis Umum PBB, Khalilur Rahman, menegaskan kalau keberadaan PBB selama lebih dari 8 dekade menjadi bukti betapa pentingnya peran organisasi ini dalam menjaga perdamaian dan meredam ketegangan antarnegara.

"Selama lebih dari delapan dekade, organisasi kita telah membantu dunia menghindari terjerumus ke dalam Perang Dunia III, yang bisa dibilang merupakan alasan utama keberadaannya," tutur Rahman, dilansir dari Anadolu Ajansi pada Rabu, (09/09/2026).

Aksi senyap PBB

Rahman mengingatkan kalau di balik layar, PBB setiap harinya menggerakkan aksi kemanusiaan senyap mulai dari memberi makan jutaan pengungsi dan kelompok rentan, mengawal perdamaian dan keamanan, menanggulangi penyakit kronis, hingga mendampingi negara-negara dalam menghadapi tantangan lintas batas.

Meski punya rekam jejak panjang, Rahman secara terbuka mengakui kalau PBB juga berulang kali gagal karena belum mampu menjawab seluruh harapan masyarakat dunia.

"Konflik terus menimbulkan penderitaan manusia yang sangat besar, capaian pembangunan tetap lemah dan rapuh, dampak perubahan iklim semakin intensif," ucapnya.

Defisit kepercayaan

Menurut Rahman, penumpukan krisis yang saling tumpang tindih ini pelan-pelan merusak fondasi kepercayaan publik terhadap tindakan kolektif dan institusi internasional.

"Defisit kepercayaan yang semakin lebar menguji keyakinan terhadap institusi internasional dan tindakan kolektif. Defisit ini harus kita tutup dengan bekerja sama melalui dialog, pembaruan kerja sama, dan memberikan hasil," jelasnya.

Bagi Rahman, tugas negara-negara anggota saat ini bukan sekadar mempertahankan eksistensi PBB, melainkan step up memperkokoh organisasi serta membuktikan kredibilitas lewat hasil kerja yang nyata.

"Komitmen saya untuk sesi ke-81, para kolega dan sahabat, adalah bekerja tanpa lelah untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap institusi ini, yang pada akhirnya menjadi landasan keberhasilan tindakan kolektif kita," ungkapnya.

Tema Sidang ke-81

Sesi ke-81 Majelis Umum PBB kali ini mengusung tema besar "Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All" (Memulihkan kepercayaan dan mengelola transformasi ke arah PBB yang memberikan impact buat semua).

Dukungan penuh datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang siap berjalan beriringan dengan kepemimpinan Rahman sepanjang masa jabatannya. Guterres menyambut baik tema tersebut dan menegaskan bahwa memulihkan kepercayaan pada sistem multilateral adalah challenge yang menentukan zaman kita.

Tantangan geopolitik

Guterres membeberkan deretan tekanan berat yang bikin kondisi geopolitik dunia makin rentan mulai dari konflik bersenjata, risiko eskalasi nuklir, jurang kemiskinan yang kian mendalam, krisis iklim yang makin intens, hingga melesatnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang belum dibentengi tata kelola yang memadai.

Berbagai tekanan ini jelas menguji daya tahan lembaga-lembaga global, mulai dari Dewan Keamanan PBB hingga sistem keuangan internasional. Oleh karena itu, Guterres menyerukan agar negara-negara dunia menyatukan barisan dan kembali mengedepankan kolaborasi.

"Melalui diplomasi, dialog, dan kolaborasi, Majelis ini dapat membangun kembali kepercayaan dan itikad baik yang saat ini hilang dari geopolitik kita," ungkap Guterres.

Ia berharap usaha kolektif ini bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar mampu memastikan generasi mendatang mewarisi bumi yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai.

Pembukaan sidang ini berlangsung di momen yang sangat krusial, di mana pemulihan kepercayaan terhadap kerja sama multilateral bukan lagi sekadar pilihan, melainkan agenda paling mendesak bagi masa depan dunia. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Dunia lagi nggak baik-baik aja akibat krisis iklim, konflik, sampai isu AI, dan PBB ngakuin kalau kepercayaan publik ke lembaga global emang lagi krisis. Lewat Sidang Umum ke-81 ini, PBB mau step up buat benerin kredibilitas mereka—bukan cuma jualan wacana, tapi buktiin lewat aksi nyata biar generasi kita nanti nggak diwarisi bumi yang makin hancur.

PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Sidang umum PBB Sidang umum ke-81 PBB

Infografis

Terkini