Peringatan Tegas Iran: Zona Maritim Terbatas Dibuka, Kapal Asing Terancam Sanksi

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 04:08 WIB
Peringatan Tegas Iran: Zona Maritim Terbatas Dibuka, Kapal Asing Terancam Sanksi
Peringatan Tegas Iran: Zona Maritim Terbatas Dibuka, Kapal Asing Terancam Sanksi [Kolase foto peta]

astakom.com, JakartaIran dikabarkan bakal menetapkan zona maritim baru berstatus terbatas di luar wilayah Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Kapal mana pun yang nekat melintas dan memasuki kawasan tersebut dipastikan bakal langsung masuk ke dalam daftar sanksi Iran.

Batas Zona Restricted

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menjelaskan kalau area zona terbatas ini bakal start persis dari garis blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan mencakup sebagian wilayah Teluk.

"Setiap kapal yang memasuki zona baru ini akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi," tutur Rezaei pada Interview yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Press TV dilansir dari Anadolu Ajansi pada Senin (07/09/2026).

Kendali Selat Hormuz

Tak hanya itu, Rezaei menyebutkan kalau Iran dan Oman dalam waktu dekat bakal menandatangani persetujuan terkait koridor baru lewat Selat Hormuz. Nantinya, seluruh titik masuk dan keluar dari koridor tersebut akan full sepenuhnya di bawah kendali intruksi Iran.

Razaei menekankan kalau Selat Hormuz saat ini sepenuhnya ditutup dan ada dibawah kuasa angkatan bersenjata.  Pernyataan ini sekaligus menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut jalur pelayaran strategis dunia itu masih dalam kondisi terbuka.

Ia mengungkapkan, sebelum Iran mengambil langkah penutupan, ada lebih dari 100 kapal dengan jumlah muatan melampaui 100 juta ton yang lalu lalang setiap harinya. Namun kini, situasinya berubah drastis. Hanya tersisa sekitar 7 atau 8 kapal pembawa barang-barang penting milik Iran yang masih melintas.

Rezaei juga membeberkan kalau pihak AS sempat berupaya menyusupkan 5 sampai 6 kapal melalui Selat Hormuz dengan biaya yang amat mahal, tetapi upaya tersebut sia-sia. Kapal-kapal itu disebut biasanya digempur, meski Rezaei tidak memperjelas detail serangan yang dimaksud.

Mengapa kapal-kapal tanker itu tidak ditenggelamkan sekalian. Menurut Rezaei, Iran secara sengaja memilih untuk tidak menenggelamkan kapal-kapal pembawa minyak tersebut demi menghindari bencana dan kerusakan lingkungan di kawasan Teluk.

Uji Rudal Antikapal

Di samping soal jalur laut, Rezaei mengklaim Iran sudah berhasil menguji coba rudal antikapal jenis baru persis di atas sebuah kapal perang milik Angkatan Laut AS sekitar 48 jam lalu.

"Untuk pertama kalinya, kami menguji rudal antikapal kami di atas kapal perang Amerika," jelasnya.

"Rudal khusus ini menciptakan neraka bagi Amerika dan mereka melarikan diri," sambungnya.

Walaupun begitu, Rezaei tidak membagikan rincian mengenai nama kapal maupun lokasi pasti pengujian tersebut.

Namun, di sisi lain Rezaei menepis keras narasi yang menyebutkan kalau blokade ekonomi dari pihak AS sudah memicu bencana kelaparan massal di tengah masyarakat Iran

"Klaim bahwa blokade ekonomi AS menyebabkan kelaparan besar di Iran adalah kebohongan besar," ungkap Rezaei kepada stasiun televisi pemerintah Iran IRIB.

Pemerintah Iran, menurutnya, sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan matang untuk menghadapi skenario buruk ini. Pasokan bahan makanan hingga kebutuhan pokok warga dipastikan masih sangat mencukupi.

Eskalasi dan Saling tuduh

Sebagai catatan, tensi militer di kawasan teluk memang  memanas hebat sejak AS dan Israel melancarkan aksi serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas gempuran tersebut dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta target-target kepentingan AS di berbagai penjuru kawasan.

Padahal, Iran dan AS sudah menandatangani persetujuan nota kesepahaman (MoU) pada bulan Juni dengan bantuan mediasi dari Pakistan dan Qatar. Kesepakatan kala itu sejatinya mencakup poin-poin penting untuk menghentikan aksi permusuhan, membuka kembali akses Selat Hormuz, hingga meredakan pembatasan ekonomi.

Namun sayang, belakangan kedua negara justru saling tuduh dan menganggap lawan gagal memenuhi komitmen dalam MoU tersebut. Alhasil, gesekan militer pun kembali terjadi dan berlanjut hingga kini, berbarengan dengan konflik sanksi serta perebutan kendali navigasi di Selat Hormuz. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Drama Iran vs AS makin memanas di Selat Hormuz! Iran nekat bikin aturan main baru dengan ngebuka zona maritim terbatas di kawasan Teluk, di mana kapal asing yang nekat nerobos bakal langsung dikasih "sanksi tegas". Nggak cuma nutup jalur pelayaran vital dunia itu, Iran juga ngeklaim udah berhasil nguji coba rudal antikapal baru pas di atas kapal perang AS sampai mereka kabur. Meskipun hubungan dipastikan toxic parah dan saling tuduh melanggar kesepakatan damai, pihak Iran menegaskan stok pangan mereka tetap aman dan nggak sampai kelaparan.

selat hormuz Maritim iran Kapal

Infografis

Terkini