Presiden Prabowo Siapkan Kapal Induk Pertama di Indonesia Jadi Pangkalan Helikopter Bencana

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 7 September 2026 | 19:45 WIB
Presiden Prabowo Siapkan Kapal Induk Pertama di Indonesia Jadi Pangkalan Helikopter Bencana
Kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 20 September 2026. [Wikimedia Commons/Public Domain]

astakom.com, Jakarta – Indonesia bakal punya kapal induk pertama yang disiapkan bukan cuma untuk kebutuhan pertahanan, tetapi juga membantu menghadapi kebakaran hutan dan berbagai bencana alam. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal hibah dari Angkatan Laut Italia itu untuk dimodifikasi menjadi kapal induk helikopter sekaligus mendukung pengoperasian drone.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang nantinya diberi nama KRI Gajah Mada, saat ini masih dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia. Kapal diperkirakan tiba pada 15–20 September 2026.

Rencana itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (07/09/2026), pemerintah ingin keberadaan kapal ini bisa membuat respons terhadap bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan, menjadi lebih cepat karena sejumlah armada udara dapat dikerahkan dari satu titik yang lebih dekat dengan lokasi kejadian.

Kapal disiapkan angkut 10 helikopter

Presiden Prabowo menjelaskan kapal tersebut akan diubah dari fungsi kapal induk konvensional menjadi kapal induk helikopter. Kapasitasnya disebut dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan rubah menjadi kapal induk helikopter. Untuk drone," ujar Presiden Prabowo, di Istana Merdeka, Senin (07/09/2026).

Helikopter yang digunakan nantinya diproyeksikan memiliki kemampuan membawa air dalam jumlah besar untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Presiden Prabowo menyebut kapasitas angkutnya dapat mencapai beberapa ton air dalam satu operasi.

"Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air," ungkapnya.

Dengan banyak helikopter yang dapat ditempatkan sekaligus, kapal ini diharapkan bisa mempercepat pengerahan armada ke area yang membutuhkan penanganan. Jadi, ketika titik api muncul dalam jumlah banyak, respons udara tidak harus menunggu seluruh armada bergerak dari lokasi yang jauh.

"Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita," kata Presiden Prabowo.

Tak hanya untuk kebakaran hutan

Kapal induk helikopter tersebut tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi karhutla. Pemerintah juga menyiapkannya sebagai bagian dari sistem penanganan bencana yang dapat mendukung mobilisasi udara dan logistik ketika terjadi bencana lain.

Konsepnya, kemampuan udara dan logistik ditempatkan sedekat mungkin dengan wilayah yang membutuhkan bantuan. Dengan begitu, pemerintah memiliki opsi untuk merespons kondisi darurat secara lebih cepat.

Pesawat dan drone ikut disiapkan

Selain kapal induk helikopter, pemerintah juga menyiapkan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga akan mengkaji bahan yang dinilai paling efektif untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

"Kita nanti juga alokasikan pesawat untuk modifikasi cuaca, kemudian BRIN mengkaji zat apa paling efisien untuk paling cepat modifikasi cuaca," jelas Presiden Prabowo.

Pemerintah juga berencana mengembangkan drone berukuran besar yang mampu membawa sekaligus menjatuhkan air. Teknologi ini diarahkan untuk ditempatkan di wilayah terdepan agar dapat memberikan respons awal sebelum dukungan yang lebih besar datang.

"Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik," kata Presiden Prabowo.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan pemerintah sedang menyiapkan pola penanganan bencana yang lebih cepat dengan menggabungkan kapal induk helikopter, pesawat untuk modifikasi cuaca, serta drone pemadam. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Kalau biasanya respons bencana identik dengan bergerak setelah kejadian, pemerintah kini menyiapkan lebih banyak “alat tempur” agar bantuan bisa lebih dekat dengan titik masalah. Mulai dari kapal induk helikopter sampai drone pembawa air, semuanya diarahkan untuk memangkas waktu respons saat bencana terjadi.

kapal induk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Kapal KRI Gajah Mada Presiden Prabowo Prabowo Subianto Kapal Giuseppe Garibaldi Giuseppe Garibaldi ratas

Infografis

Terkini