Ditemukan di Balik Reruntuhan, 100 Jenazah Dimakamkan Massal di Gaza
astakom.com, Jakarta – Momen emosional dan penuh keharuan menyelimuti kawasan Zeitoun, Kota Gaza. Pada Minggu (06/09/2026), ribuan warga Palestina berkumpul untuk menggelar prosesi pemakaman massal bagi 100 jenazah dan jasad korban perang yang baru saja berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan bangunan.
Penghormatan terakhir
Prosesi ini menjadi panggung penghormatan terakhir yang dihadiri langsung oleh keluarga korban, tokoh masyarakat, hingga figur politik Palestina. Di dekat reruntuhan rumah yang hancur, jenazah dan sisa-sisa jasad para korban dibaringkan secara teratur, dibungkus rapi dengan kibaran bendera Palestina.
Acara pelepasan tak sekadar prosesi sunyi. Tim Pertahanan Sipil Gaza yang berjuang di garis depan evakuasi memberikan sambutan haru, disusul pidato penghormatan dari perwakilan keluarga serta tokoh masyarakat setempat.
Dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (07/09/2026) usai ditutupi doa dalam pelaksanaan salat jenazah, 100 korban tersebut akhirnya diistirahatkan di Pemakaman Al-Ahli, kawasan Zeitoun.
Korban 2,5 tahun lalu
Para korban ini ditemukan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Evakuasi ini merupakan bagian dari tahap kedua proyek pencarian besar-besaran warga Palestina yang hilang dan tertimbun di bawah puing-puing bangunan akibat serangan perang.
Menurut penuturan otoritas lokal, para korban berasal dari garis keturunan keluarga Rahim, Balawi, Malaka, Qanbour, dan Salmi. Mereka gugur ketika gempuran pasukan Israel menghantam pemukiman mereka sekitar dua setengah tahun yang lalu.
Evakuasi minim alat
Operasi pencarian ini benar-benar menguji ketahanan mental dan fisik tim penolong. Pencarian dilakukan dengan effort luar biasa meski sumber daya sangat terbatas. Tim Pertahanan Sipil Gaza terpaksa bekerja hanya dengan sedikit alat berat yang kondisinya pun sudah amat memprihatinkan.
Keadaan makin complex karena adanya pembatasan dari pihak Israel terhadap akses masuknya alat-alat berat serta peralatan vital yang sangat dibutuhkan untuk membongkar dan menyingkap reruntuhan batu.
Berdasarkan kalkulasi Anadolu, prosesi pemakaman pada hari Minggu ini tercatat sebagai salah satu momen pemakaman terbesar sepanjang sejarah Palestina jika dilihat dari jumlah jenazah dan jasad yang dimakamkan dalam satu kali upacara.
Momen duka massal seperti ini bukanlah yang pertama. Pada awal Agustus lalu, pemakaman serupa juga sempat digelar untuk 112 warga Palestina yang dievakuasi dari reruntuhan di kawasan Sabra, Kota Gaza.
Ribuan masih tertimbun
Adapun tahap kedua dari proyek evakuasi ini ditargetkan mencakup 800 jam operasi yang tersebar di 147 rumah hancur di Kota Gaza, serta wilayah utara dan tengah Jalur Gaza. Otoritas memperkirakan masih ada sekitar 1.072 jenazah yang literally terkubur di bawah puing-puing lokasi tersebut.
Sebelumnya, tahap pertama proyek ini telah dimulai pada akhir November 2025 dengan total 500 jam kerja. Pada fase awal itu, tim berhasil mengangkat sekitar 333 jenazah dan sisa jasad dari perkiraan 559 orang yang dinyatakan hilang di bawah reruntuhan 54 bangunan.
Otoritas Palestina di Gaza menegaskan kalau dalam kesepakatan gencatan senjata tahap pertama yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel seharusnya memberikan izin masuk bagi alat-alat berat dan peralatan pencarian korban.
Gencatan senjata tersebut akhirnya disepakati setelah Gaza dihantam perang brutal selama hampir dua tahun. Merujuk pada data laporan tersebut, agresi militer telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina, melukai lebih dari 174.000 orang, serta meratakan hampir seluruh fasilitas dan infrastruktur sipil di Gaza. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kemanusiaan di Gaza benar-benar diuji sampai batas maksimal. Bayangin harus mengevakuasi ribuan jenazah yang tertimbun puing selama bertahun-tahun cuma pakai alat seadanya karena keterbatasan akses. Momen pemakaman massal ini bukan cuma soal duka, tapi juga bukti nyata ketabahan warga Gaza dan pengingat buat kita semua untuk gak pernah berhenti nyuarain keadilan serta empati atas krisis kemanusiaan yang ada.









