ASDP Pastikan Lintasan Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal di Tengah Siaga Anak Krakatau
astakom.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjelaskan kalau operasional kapal penyeberangan di lintas utama Merak-Bakauheni pastikan sejauh ini tetap berjalan normal. Seiring dengan pemantauan terhadap dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terakhir dilaporkan berstatus Level III (Siaga) ini terus dilakukan secara intensif.
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Windy Andale bilang kalau operasional kapal penyeberangan di lintasan utama Merak-Bakauheni tetap berjalan.
"Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa sesuai ketentuan operasional yang berlaku, dengan terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, perairan, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Windy dalam keterangan resmi, dikutip astakom.com pada Senin (07/09/2026).
Terus monitoring
Windy ngespill kalau pihak manajemen Cabang Merak dan Bakauheni terus melakukan monitoring terhadap situasi riil di lapangan sembari memperkuat koordinasi bersama instansi terkait.
Dia juga menjelaskan kalau pemutakhiran data dari otoritas berwenang menjadi acuan utama perseroan dalam merumuskan setiap langkah operasional yang diperlukan.
Di samping itu, ASDP juga mengimbau calon penumpang di koridor Merak-Bakauheni supaya tetap tenang dan terus follow perkembangan informasi resmi terkait layanan penyeberangan.
Patuhi arahan petugas
Para pengguna jasa juga diminta untuk terus mematuhi arahan petugas di pelabuhan dan lakukan perjalanan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai brekomendasi dan arahan dari instansi berwenang," kata Windy.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha juga mengingatkan buat semua armada kapal yang melintasi Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi, lontaran material, sebaran abu vulkanik, dan kondisi perairan yang bisa mengancam keselamatan pelayaran.
Kebijakan pembatasa pelayaran
Meski begitu, kebijakan pembatasan pelayaran nggak diberlakukan pada semua alur penyeberangan di Selat Sunda.
Jadi, larangan melintas cuma berlaku khusus buat kapal yang mendekati zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III masih aktif.
"Seluruh penyelenggara pelayaran juga diminta mengutamakan keselamatan pelayaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Raden, dikutip astakom pada Senin (07/09/2026). (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
ASDP memastikan penyeberangan Merak-Bakauheni masih normal, meski aktivitas Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga) terus dipantau. Penumpang diminta tetap tenang, mengikuti info resmi dan arahan petugas, sementara larangan melintas hanya berlaku bagi kapal yang mendekati radius 3 km dari kawah aktif.








