Kronologi Kapal Pembawa Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 8 September 2026 | 22:21 WIB
Kronologi Kapal Pembawa Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Basarnas melakukan pencarian terhadap satu kapal yang mendadak lost contact di perairan Selat Sunda [Dok. Basarnas Banten]

astakom.com, Jakarta — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten lagi effort maksimal menggelar operasi pencarian terhadap satu kapal yang mendadak lost contact di perairan Selat Sunda.

Kapal ini memboyong tujuh orang, yang terdiri dari lima jurnalis, seorang nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

Rencananya, mereka berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, Banten, demi tugas peliputan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengungkapkan, kabar soal kapal yang hilang kontak ini baru mereka terima pada Selasa (08/09/2026) jam 13.55 WIB.

“Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB,” kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa (08/09/2026).

Kronologi hilang kontak

Berdasarkan data yang dikumpulkan Basarnas, rombongan ini mulai berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sejak Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir sempat terjalin pada Senin pukul 14.42 WIB saat salah satu penumpang membagikan update lokasi ke seorang jurnalis di Lampung bernama Abay.

Akan tetapi, hanya berselang 20 menit, tepatnya pukul 15.04 WIB koneksi mendadak putus total dan kapal sama sekali nggak bisa dikontak lagi. Kejadian inilah yang bikin tim SAR langsung gerak cepat menyisir Selat Sunda.

Daftar lima jurnalis yang hilang kontak

Adapun lima jurnalis yang join dalam peliputan ini di antaranya:

  • M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara)
  • Ari Basuki (jurnalis Merdeka.com)
  • Yudhis (jurnalis iNews)
  • Daus (jurnalis Anadolu)
  • Donal (jurnalis freelance)

Basarnas mencatat titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, berjarak sekitar 9,98 mil laut dari titik referensi pencarian di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Saat kejadian, cuaca sebenarnya cukup bersahabat (cerah berawan), angin bertiup dari selatan ke utara kecepatan 16,7 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas masih lakukan pencarian

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto menegaskan, sampai Selasa (08/09/2026), belum ada tanda-tanda penemuan kapal maupun penumpangnya.

“Belum ada informasi yang kami keluarkan bahwa korban sudah ketemu ya,” kata Rizky, dikutip dari media nasional, Selasa (08/09/2026).

Rizky menjelaskan, tim SAR gabungan saat ini tengah menyisir area dari titik koordinat terakhir hingga ke pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau. “Basarnas Banten yang melakukan pencarian,” ujarnya.

Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan tetap memantau dinamika cuaca dan kondisi perairan setempat. (aLf/RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Kapal yang membawa lima jurnalis, nakhoda, dan ABK hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Basarnas Banten langsung mengerahkan tim SAR gabungan untuk menyisir titik koordinat terakhir hingga pulau-pulau sekitar, sementara pencarian masih berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan.

Basarnas Banten Jurnalis Anak Krakatau gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau

Infografis

Terkini