Anak Krakatau Masih Siaga! KKP Ingatkan Nelayan Jangan Nekat Masuk dalam Radius 3 Km

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 8 September 2026 | 15:07 WIB
Anak Krakatau Masih Siaga! KKP Ingatkan Nelayan Jangan Nekat Masuk dalam Radius 3 Km
Anak Krakatau Masih Siaga! KKP Ingatkan Nelayan Jangan Nekat Masuk Dalam Radius 3 Km (KKP)

astakom.com, Jakarta - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan membuat nelayan di sekitar perairan Selat Sunda diminta lebih waspada. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan agar nelayan tidak mendekati kawasan gunung api yang saat ini masih berada dalam kondisi berbahaya.

Imbauan ini disampaikan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat sejak Sabtu (05/09/2026) malam. Erupsi juga disertai material vulkanik dan abu yang menyebar ke sejumlah wilayah hingga berdampak pada aktivitas transportasi udara.

Melansir keterangan resmi KKP yang diterima astakom.com pada Senin (07/09/2026), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta nelayan dan masyarakat pesisir mengutamakan keselamatan serta mengikuti perkembangan informasi dari otoritas berwenang.

Radius 3 kilometer wajib dihindari

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Otoritas terkait menetapkan radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api sebagai kawasan yang harus dihindari.

Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius tersebut karena masih terdapat potensi bahaya akibat aktivitas erupsi.

“Keselamatan nelayan merupakan prioritas utama. Kami mengimbau nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius yang ditetapkan yaitu 3 kilometer sebagai wilayah berbahaya oleh otoritas terkait,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangannya, pada Senin (07/09/2026).

Jangan nekat melaut

KKP juga mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi perairan dinilai tidak aman. Selain aktivitas erupsi, perubahan cuaca, sebaran abu vulkanik, hingga informasi keselamatan pelayaran perlu ikut diperhatikan sebelum beraktivitas di laut.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengimbau nelayan untuk selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jangan mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang telah dinyatakan berbahaya, dan utamakan keselamatan diri serta awak kapal,” tegas Trenggono.

KKP meminta nelayan untuk sementara menjauhi kawasan yang dinyatakan berbahaya dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kondisi aktivitas vulkanik yang masih dinamis membuat informasi resmi menjadi hal penting sebelum nelayan memutuskan untuk melaut.

Cek info sebelum berangkat

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 5 September 2026 juga berdampak pada sektor transportasi. Sebaran abu vulkanik dilaporkan mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Bagi nelayan dan masyarakat pesisir di sekitar Selat Sunda, kondisi ini menjadi pengingat agar tidak asal beraktivitas di laut. Memantau informasi terbaru dari otoritas dan memastikan kondisi benar-benar aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Erupsi Anak Krakatau masih dinamis, jadi jangan nekat mendekat cuma karena merasa kondisi sedang aman. Buat nelayan di Selat Sunda, cek info resmi, hindari radius 3 kilometer, dan utamakan keselamatan sebelum berangkat melaut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) KKP Menteri KKP gunung anak krakatau Erupsi Gunung Anak Kerakatau Nelayan

Infografis

Terkini