Singapore Airlines Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta Akibat Erupsi Anak Krakatau

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 6 September 2026 | 17:01 WIB
Singapore Airlines Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta Akibat Erupsi Anak Krakatau
Singapore Airlines Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta Akibat Erupsi Anak Krakatau [Ilustrasi pesawat Singapura/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Aktivitas Gunung Anak Krakatau lagi-lagi bikin geger dunia penerbangan. Maskapai Singapore Airlines (SIA) terpaksa membatalkan 19 penerbangan rute Singapura–Jakarta pada Minggu (06/09/2026). Langkah ini diambil setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara imbas abu vulkanik yang melayang dan terdeteksi di ruang udara sekitar bandara.

Pihak SIA mengungkapkan kalau kondisi di lapangan masih sangat dinamis, sehingga tak menutup kemungkinan jadwal penerbangan lain antara Singapura dan Indonesia bakal kena imbasnya juga.

"Karena situasinya masih berubah, penerbangan SIA lainnya antara Singapura dan Indonesia mungkin terdampak," tutur Singapore Airlines pada keterangan yang dilansir Channel News Asia pada Minggu (06/09/2026).

Guna menghindari plot twist batal terbang secara mendadak di bandara, calon penumpang dihimbau untuk rajin memantau perkembangan status penerbangan mereka secara real-time lewat kanal informasi resmi SIA.

Penerbangan lumpuh total

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta awalnya diperkirakan bakal beres pada pukul 05.30 WIB. Namun, karena situasi belum kondusif, durasi penutupan terus di-extend hingga pukul 09.30 WIB, dan kembali diperpanjang sampai pukul 13.30 WIB pada Minggu. Bahkan,  hingga pukul 17.30 WIB.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mencatat ada lebih dari 22.000 penumpang yang terdampak akibat penghentian sementara operasional ini. Secara keseluruhan, sebanyak 209 penerbangan termasuk rute-rute internasional harus menyesuaikan jadwal.

Bukan cuma rute dari dan menuju Singapura saja yang delayed atau batal, beberapa penerbangan internasional lain yang dijadwalkan terbang pada hari Minggu juga ikut terdampak, seperti rute Kuala Lumpur, Guangzhou, Hong Kong, hingga Doha.

Dampak sebaran abu

Hujan abu atau debu vulkanik mulai terdeteksi di sekitar area Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu pagi. Hal ini terjadi setelah Gunung Anak Krakatau erupsi secara terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam. Sebagai informasi, jarak antara Bandara Soekarno-Hatta dan Gunung Anak Krakatau sendiri berkisar 180 kilometer.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik terdeteksi membubung hingga ketinggian 6.000 meter di wilayah Pulau Jawa. Sementara itu, kolom erupsinya membubung tinggi mencapai sekitar 15.000 meter di sisi Pulau Sumatera serta sejumlah wilayah Banten.

Gunung Anak Krakatau sendiri terletak di Selat Sunda, persis di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung ini lahir sekitar satu abad lalu dari bekas kawasan lempeng vulkanik yang dulunya ditempati oleh Gunung Krakatau purba.

Imbauan Keselamatan BNPB

Menanggapi situasi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan stay aware. Bagi warga yang terdampak hujan abu, BNPB menyarankan untuk memakai masker dan pelindung mata, membatasi aktivitas luar ruangan, menutup penampungan air bersih, serta ekstra hati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang tertutup abu.

Dampak erupsi ini juga meluas ke sektor lain. Sejumlah sekolah membatalkan kegiatan belajar-mengajar pada Sabtu (05/09/2026) setelah abu vulkanik memicu iritasi mata pada para siswa dan warga setempat. Para nelayan di beberapa pesisir juga memutuskan untuk pause melaut demi keselamatan.

Di tengah kekhawatiran warga, BNPB memastikan kalau sampai saat ini belum ada ancaman potensi tsunami dalam waktu dekat akibat erupsi Anak Krakatau.

Rekam jejak erupsi

Meski begitu, rekam jejak vulkanik gunung ini memang punya catatan sejarah yang cukup kelam. Pada tahun 2018 lalu, tsunami akibat longsoran erupsi Anak Krakatau sempat merenggut ratusan korban jiwa dan melukai ratusan lainnya di kawasan pesisir Jawa dan Sumatera.

Jauh sebelum itu, letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 bahkan menghancurkan sebagian besar tubuh gunungnya sendiri dan memicu gelombang tsunami raksasa yang menewaskan lebih dari 36.000 orang. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Anak Krakatau lagi spill abu vulkanik, bikin penerbangan dari/ke Soekarno-Hatta kena delay parah hingga cancellation masal, termasuk 19 penerbangan Singapore Airlines. Lebih dari 22 ribu penumpang terpaksa reschedule agenda liburan atau bisnis mereka. Buat kamu yang ada jadwal terbang atau beraktivitas di luar ruangan, wajib banget rajin cek status updates penerbangan, pakai masker, dan stay safe biar gak kena iritasi abu vulkanik!

Penerbangan Internasional gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau Singapore Airlines Bandara Soetta

Infografis

Terkini

Festival Balon Wonosobo di Bandung

Festival Balon Wonosobo ramaikan Festival Kuliner di Bandung, Minggu (6/9/2026). Hembusan angin kencang sebabkan hanya satu balon udara yang berhasil mengudara.

Footage 14:33 WIB