Prestasi Langka! Kejagung Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut, BPK: Ini Murni Kerja Keras, Bukan Hadiah!
Astakom.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menorehkan pencapaian impresif dalam tata kelola keuangan negara. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) secara resmi menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Kejaksaan tahun 2025 dengan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Kamis (03/09/2026).
Pencapaian ini menandai keberhasilan Kejagung mengamankan predikat WTP selama satu dekade penuh secara berturut-turut.
"Alhamdulillah kami diberikan penilaian WTP, dan WTP ini bagi Kejaksaan Agung adalah yang ke 10 kali," pamer Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung dikutip Jumat (04/09/2026).
BPK Tegaskan Bukan Hasil "Bagi-Bagi" Predikat
Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, menegaskan bahwa opini WTP yang diraih Kejagung murni buah dari efektivitas kinerja internal dan transparansi, bukan kompromi atau bonus cuma-cuma dari BPK.
"Ini adalah kerja keras Pak Jaksa Agung beserta seluruh jajaran yang menggambarkan empat hal capaian yang sangat bagus," puji Nyoman.
Salah satu rekor mentereng yang dibeberkan BPK adalah efektivitas pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi di Kejagung yang menembus angka 94,8%. Angka ini jauh melampaui rata-rata standar nasional yang berada di level 75%.
Nyoman menguraikan bahwa Kejagung sukses memenuhi seluruh indikator transparansi, mulai dari penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), penguatan sistem pengendalian internal yang efektif, hingga pengelolaan keuangan negara yang akuntabel sesuai undang-undang.
Meski begitu, BPK mengingatkan agar predikat WTP tidak dijadikan sebagai garis akhir, melainkan pondasi utama untuk memperkuat penegakan hukum dan meningkatkan penerimaan negara ke depannya.
"Kami harap opini ini dapat membantu membawakan dampak yang signifikan terhadap kemajuan penegakan hukum, penerimaan negara dan masyarakat bisa merasakan langsung," tutup Nyoman. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Slay! Kejagung resmi cetak decakill alias meraih opini WTP 10 kali berturut-turut dari BPK! BPK sendiri mengonfirmasi kalau predikat ini murni hasil kerja keras Kejagung yang berhasil mencapai tingkat efektivitas 94,8% (jauh di atas standar nasional 75%). Bukti nyata kalau tata kelola keuangan lembaga penegak hukum kita makin transparan dan accountable!









