Pertamina Lanjutkan Restrukturisasi, PET Resmi Merger ke PPN

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 1 September 2026 | 19:45 WIB
Pertamina Lanjutkan Restrukturisasi, PET Resmi Merger ke PPN
Pertamina Lanjutkan Restrukturisasi, PET Resmi Merger ke PPN [astakom/Pertamina]

astakom.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan merger atau menggabungkan PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mulai hari ini, Selasa (01/09/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis hilir Pertamina tahap kedua. Penggabungan ini resmi dilakukan setelah penandatanganan Akta Penggabungan PET ke PPN serta Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Senin lalu (31/08/2026).

PPN di sini menjadi perusahaan penerima penggabungan atau surviving entity.Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri bilang kalau merger ini nggak cuma berkaitan dengan pemenuhan aspek legal, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun bisnis hilir yang lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif.

Komitmen bangun bisnis hilir

"Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan," kata Simon dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (01/09/2026).

Dia menilai proses transformasi itu harus tetap menjaga keberlangsungan operasional bisnis hilir. Lantaran, pelayanan energi kepada masyarakat merupakan tugas utama Pertamina. Selain itu, dia meminta jajaran Pertamina untuk pastiin proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional dan pelayanan.

"Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun," katanya.

Penataan proses hingga sinergi operasional

Setelah merger ini nantinya berjalan  efektif, Pertamina akan melanjutkan penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir. Lalu, dilanjutkan dengan mengoptimalkan rantai nilai, melakukan efisiensi biaya operasi atau operational expenditure (OPEX), serta memperkuat sinergi operasional.

Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari restrukturisasi bisnis hilir tahap pertama yang telah berlaku efektif pada 1 Februari 2026.

Fyi, pada tahap pertama, Pertamina melakukan penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan 10 perusahaan bertujuan khusus atau special purpose vehicle (SPV) anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) ke PPN. Selanjutnya, armada kapal captive milik PIS juga dialihkan ke PPN sebagai bagian dari penataan bisnis hilir Pertamina.

Perkuat integrasi dan efisiensi

Selesainya tahap kedua ini, Pertamina menegaskan transformasi bisnis hilir diarahkan untuk memperkuat integrasi dan efisiensi. Ditambah lagi, perusahaan juga terus meningkatkan daya saing bisnis energi nasional.

Meski terdapat beberapa perubahan, Simon menggarisbawahi bahwa transformasi ini goalsnya untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat," kata Simon.

Restrukturisasi ini ditempatkan dalam kerangka amanat Danantara untuk mendorong transformasi BUMN menjadi lebih adaptif, lincah, dan kompetitif. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pertamina resmi menggabungkan PET ke PPN per 1 September 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis hilir tahap kedua. Langkah ini bukan sekadar urusan legal, tapi strategi buat bikin bisnis hilir Pertamina lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif. Setelah merger, Pertamina bakal fokus merapikan organisasi, mengoptimalkan rantai nilai, menekan biaya operasional, dan memperkuat sinergi—dengan catatan operasional serta pelayanan energi ke masyarakat tetap jalan tanpa gangguan.

Pertamina merger Pertamina Patra Niaga Pertamina Energy Terminal PPN PET

Infografis

Terkini