Mayoritas Harga Pangan Turun, Beras Medium II Malah Naik Tajam Rp36.500
astakom.com, Jakarta - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia merilis data terbaru mengenai pergerakan rata-rata harga pangan pokok nasional di pasar tradisional pada Senin, (31/08/2026). Berdasarkan pantauan data hari ini, dinamika harga bahan pokok di tingkat konsumen menunjukkan tren yang bervariasi.
Sebagian besar komoditas seperti bumbu dapur dan beras kualitas standar mengalami penurunan harga, sementara beberapa komoditas penting lainnya mencatatkan lonjakan tajam serta beberapa komoditas bertahan di posisi stabil.
Perkembangan paling mencolok terjadi pada kelompok beras. Beras kualitas medium II mencatatkan lonjakan harga yang sangat signifikan. Harga beras kualitas medium II meroket sebesar 223,93% atau naik sebesar Rp36.500/kg, sehingga harganya kini bertengger di level Rp52.800/kg.
Beras jenis lain lebih affordable
Sementara itu, komoditas beras lainnya justru bergerak melandai dan affordable.
Beras kualitas bawah I turun 1,01% atau turun Rp150 menjadi Rp14.700/kg, Beras kualitas bawah II melemah 3,07% atau turun Rp450 menjadi Rp14.200/kg. Beras kualitas medium I terkoreksi 3,03% atau turun Rp500 menjadi Rp16.000/kg.
Beras kualitas super I menyusut 3,93% atau turun Rp700 menjadi Rp17.100/kg, dan beras kualitas super II merosot 2,90% atau turun Rp500 menjadi Rp16.750/kg.
Kelompok cabai rawit merah menunjukkan pergerakan harga yang meroket. Komoditas ini naik 3,19% atau bertambah mahal Rp2.300/kg, sehingga kini diperdagangkan pada harga Rp74.450/kg. Kondisi sebaliknya terjadi pada varian cabai lainnya yang mengalami penurunan tajam.
Bumbu dapur juga mode murah
Cabai rawit hijau mengalami pangkasan harga terdalam sebesar 7,00% atau turun Rp4.050 menjadi Rp53.800/kg. Selanjutnya, harga cabai merah besar terkoreksi 7,33% setara dengan turun Rp3.600 ke tingkat Rp45.500/kg, dan cabai merah keriting juga turun 6,59% setara dengan Rp3.400 menjadi Rp48.200/kg.
Untuk komoditas bawang, konsumen bisa sedikit bernapas lega, karena kedua jenis harga bawang kompak mengalami penurunan harga. Harga bawang merah ukuran sedang mencatatkan penurunan sebesar 5,67% atau berkurang Rp2.200/kg, sehingga harganya kini berada pada level Rp36.600/kg.
Begitu pula dengan bawang putih ukuran sedang yang melemah sebesar 3,63% atau turun sebesar Rp1.450/kg, membawanya ke posisi harga Rp38.550/kg.
Harga produk hewani kompak turun
Memasuki sektor produk peternakan, pergerakan harga daging dan telur seluruhnya terpantau berada di zona hijau alias kompak diskon. Daging sapi kualitas 1 mencatatkan penurunan terbesarnya yaitu 3,03% setara dengan turun Rp4.600, menjadi Rp147.100/kg. Diikuti oleh harga daging sapi kualitas 2 yang terkoreksi 1,75% atau turun Rp2.500 ke harga Rp140.150/kg.
Sementara itu, daging ayam ras segar mengalami penurunan harga sebesar 4,14%, turun Rp1.750 menjadi Rp40.500/kg, serta telur ayam ras segar yang menyusut 3,59%, turun Rp1.050 sehingga kini berada di harga Rp28.200/kg.
Pergerakan variatif juga terjadi di kelompok harga gula pasir di pasar tradisional. Gula pasir kualitas premium tercatat mengalami kenaikan harga tipis sebesar 0,49% atau naik Rp100/kg, sehingga harganya naik menjadi Rp20.400/kg.
Harga minyak goreng relatif stabil
Berbeda dengan varian premium, komoditas gula pasir lokal justru berada pada kondisi stagnan atau stuck tidak mengalami pergerakan harga dari periode sebelumnya, yakni tetap bertahan di angka Rp19.000/kg.
Pada jenis minyak goreng, dinamika pergerakan harga terjadi antara minyak goreng kemasan dan curah. Minyak goreng kemasan bermerk 2 terpantau sedikit pricey karena naik 1,49% atau bertambah Rp350/kg, yang membuat harganya berada di level Rp23.800/kg. Sebaliknya, minyak goreng curah justru mengalami sedikit pangkasan harga sebesar 0,49% atau turun Rp100/kg menjadi Rp20.350/kg.
Adapun untuk komoditas minyak goreng kemasan bermerk 1, PIHPS Bank Indonesia mencatat harganya tidak mengalami perubahan atau berada dalam status harga tetap. Minyak goreng kemasan bermerk 1 konsisten bertahan stabil di level Rp24.300/kg.
Overall pergerakan harga pangan pada awal pekan di akhir Agustus 2026 ini menunjukkan kestabilan pada sebagian besar bahan baku harian masyarakat. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Harga pangan awal pekan ini cukup mixed. Beberapa bahan pokok seperti beras kualitas bawah, cabai merah, bawang, daging, ayam, dan telur justru turun, jadi ada sedikit napas lega buat konsumen. Tapi cabai rawit merah masih naik dan yang paling mencolok adalah beras medium II yang tercatat melonjak ekstrem hingga Rp52.800/kg. Di sisi lain, gula dan minyak goreng bergerak tipis atau relatif stabil, sehingga secara umum harga pangan masih cukup terkendali meski ada beberapa komoditas yang bikin dompet harus lebih waspada.









