20 Jam! Tentara Israel Tutup Total Akses Utama Desa di Tepi Barat Palestina
astakom.com, Jakarta – Pasukan militer Israel makin memperketat pembatasan di Tepi Barat. Mereka nekat menutup satu-satunya akses pintu masuk yang tersisa menuju Desa Al-Mughayyir, Palestina, selama 20 jam berturut-turut. Dampaknya, warga lokal benar-benar terkunci dan tidak bisa keluar maupun masuk desa, sebagaimana diungkapkan seorang pejabat setempat kepada Anadolu pada Sabtu lalu.
Kepala Dewan Desa Al-Mughayyir, Amin Abu Aliya, membeberkan kalau aksi pembatasan hingga serangan dari pihak Israel terhadap warga maupun para petani lokal memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam 20 hari terakhir.
Pintu desa ditutup
Ia menjelaskan, satu-satunya akses pintu masuk desa yang tersisa kerap kali ditutup secara sepihak di pagi hari untuk menghalangi para pekerja berangkat ke tempat kerja. Tak berhenti di situ, penutupan kembali dilakukan pada siang hari guna menghadang warga yang berada di luar agar tidak bisa pulang.
Melansir dari Anadolu Ajansi pada Minggu (30/08/2026) menurut Abu Aliya, langkah-langkah pengetatan ini disengaja untuk menciptakan kondisi serba sulit yang memaksa para pekerja bertahan di luar desa, hingga pada akhirnya mendesak warga Palestina keluar dari tanah kelahiran mereka.
Penggerebekan berdalih ternak
Abu Aliya mengungkapkan kalau pasukan Israel melakukan penggerebekan ke Al-Mughayyir pada Jumat lalu dengan mengerahkan puluhan kendaraan militer beserta polisi dan pemukim pendudukan Israel. Penggerebekan tersebut dilakukan dengan alasan kalau hewan ternak berupa domba milik seorang pemukim telah dicuri.
Namun, Abu Aliya secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim itu sama sekali tidak benar. Ia mengatakan kalau pasukan Israel justru terus mengincar para peternak Palestina, menggerebek salah satu rumah warga, dan berusaha merampas domba-domba di sana. Aksi provokatif tersebut memicu bentrokan hingga menyebabkan sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka.
Ambulans dilarang masuk
Sejak aksi penggerebekan itu terjadi, pasukan Israel langsung mengunci rapat pintu masuk desa. Bahkan, armada ambulans hingga kendaraan Pertahanan Sipil dilarang keras untuk melintas atau memasuki area desa selama masa penutupan berlangsung.
Abu Aliya menyatakan, di saat warga tengah berupaya menghadapi serangan di wilayah selatan desa pada hari Jumat, lebih dari 50 pemukim pendudukan Israel justru masuk melalui wilayah utara. Mereka melakukan penganiayaan terhadap seorang petani Palestina dan mencuri 25 ekor domba.
Skenario pengusiran paksa
Kementerian Luar Negeri Palestina mengeluarkan peringatan resmi pada Sabtu pagi, menegaskan kalau Desa Al-Mughayyir saat ini tengah mengalami "pengepungan yang mencekik" yang sudah berlangsung selama kurang lebih 20 hari.
Dalam keterangannya, menyampaikan kalau pasukan Israel memegang kendali penuh atas akses gerbang desa, di mana mereka terkadang hanya membuka izin melintas bagi warga lokal selama 2 jam saja dalam sehari.
Pernyataan resmi tersebut menekankan kalau serangkaian pembatasan ketat serta gelombang serangan dari penjajah Israel bertujuan untuk mengisolasi desa secara total, sekaligus memicu skenario pengusiran paksa terhadap warga Palestina.
Dalam insiden serangan pada hari Jumat lalu, sedikitnya 3 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka. Situasi diperparah oleh tindakan pasukan Israel dan para pemukim yang sengaja menghalangi laju ambulans saat hendak mengevakuasi para korban luka ke fasilitas medis.
Kondisi di Tepi Barat yang diduduki memang terus menunjukkan eskalasi serangan militer maupun aksi kekerasan dari pemukim pendudukan Israel terhadap warga sipil Palestina sejak meletusnya konflik terbuka di Jalur Gaza pada Oktober 2023 lalu. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Desa Al-Mughayyir lagi dikunci total sama militer Israel sampai warga lokal nggak bisa kerja atau pulang ke rumah. Nggak cuma blokir jalan dan ambulans, serangan ini juga diduga sengaja bikin hidup warga serba susah biar mereka kepaksa hengkang dari tanah sendiri. Basically, ini bukan cuma soal penutupan jalan, tapi skenario pengusiran paksa yang makin ngawur.









