Menko Yusril Minta Warga Tenang, Tak Terprovokasi Pasca-Demo 27 Agustus 2026!
astakom.com, Jakarta – Polda Metro Jaya saat ini masih mengusut tuntas insiden bentrokan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Kamis malam silam, 27 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta publik tetap chill, menahan diri, dan tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak.
Penyelidikan mendalam terus dilakukan atas tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiyawan (59) serta aksi penganiayaan terhadap siswa kelas 12 bernama Faturrohman (18).
"Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut," kata Yusril dalam keterangan resmi, dikutip astakom.com di Jakarta, Minggu (30/08/2026).
Cari tahu mastermind di balik insiden Pejompongan
Yusril menambahkan bahwa polisi masih mendalami seluruh alur kejadian agar bisa membongkar secara utuh siapa yang mengeksekusi maupun menggerakkan tindakan kekerasan tersebut.
"Pendalaman sedang dilakukan untuk sampai pada kesimpulan siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan? Terhadap mereka yang berdasarkan bukti, terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas," ujarnya.
Pemerintah berharap proses hukum ini bisa cepat tuntas dan pelakunya segera teridentifikasi. Namun, Yusril mewanti-wanti masyarakat agar tidak terburu-buru nge-judge atau menyebar narasi liar. Ia menegaskan kepolisian sama sekali belum menyimpulkan adanya keterlibatan individu, kelompok warga, atau ormas tertentu—terutama di tengah maraknya spekulasi di media sosial.
"Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," kata Yusril.
Apresiasi aksi damai, jangan sampai kemakan provokasi
Biar situasi enggak makin runyam, Yusril mengajak semua pihak untuk menjaga ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang memperkeruh suasana pasca-aksi 27 Agustus. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta aksi yang sudah menyampaikan aspirasi dengan tertib.
"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang. Saya berterima kasih dan mengapresiasi para pendemo yang datang dari Pati dan daerah-daerah lain, serta para mahasiswa yang telah melakukan demonstrasi secara damai," tutur Yusril.
Ia meluruskan bahwa insiden tragis yang menimpa Bambang dan Faturrohman terjadi setelah massa aksi membubarkan diri dari Gedung DPR, di tengah bentrokan antarkelompok warga di kawasan Pejompongan. Oleh karena itu, kejadian ini jangan sampai dijadikan pembenaran untuk aksi balas dendam.
"Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan. Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari kita bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban masyarakat," pungkas Yusril. (aNs)
Gen Z Takeaway
Biar situasi enggak makin runtah pascademo 27 Agustus, Menko Yusril minta netizen dan warga stop overthink plus no salty dulu, karena Polda Metro Jaya masih serius usut tuntas kasus tewasnya Bambang dan penganiayaan Faturrohman di Pejompongan. Polisi belum nge-judge atau menyalahkan pihak/ormas mana pun, jadi mending kita stay chill, jangan gampang kemakan provokasi atau narasi liar di medsos, dan biarkan aparat yang spill pelakunya lewat proses hukum resmi.









