Tragedi Perbatasan China-Nepal: 8 Warga Rusia Dilaporkan Hilang!
astakom.com, Jakarta – Bencana alam dahsyat baru saja melanda kawasan perbatasan China dan Nepal. Di tengah situasi yang kacau ini, sebanyak 8 warga negara Rusia dilaporkan menghilang tanpa jejak di zona bencana tersebut, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Rusia di China pada Sabtu lalu.
8 WN Rusia hilang
"Hingga 29 Agustus malam, delapan warga Rusia tercatat hilang di zona bencana di perbatasan China-Nepal. Perwakilan diplomatik belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan mereka," papar kedutaan besar tersebut pada sebuah pernyataan resmi dilansir dari Russian News Agency pada Minggu (30/08/2026).
Evakuasi darurat Tibet
Demi menghindari risiko yang lebih fatal, pihak otoritas China langsung gercep mengatur proses evakuasi para warga negara asing dari Daerah Otonom Tibet menuju Nepal. Jalur evakuasi utama ini diarahkan melalui pos pengecekan resmi yang berlokasi di Kota Zhangmu.
Di tengah proses penyelamatan yang cukup menegangkan, dilaporkan bahwa 3 warga negara Rusia sudah berhasil diselamatkan dan melintasi perbatasan China-Nepal melalui pos pemeriksaan tersebut pada hari Sabtu, menurut pernyataan resmi yang sama.
Pemicu banjir bandang
Bencana ini bermula ketika banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal pada (26/08/2026) pagi. Musibah ini terjadi akibat luapan aliran air yang sangat deras dari sisi China yang menerjang Sungai Bhote Koshi, di mana arus ekstrem tersebut memicu tanah longsor di area sekitar.
Dampak & korban jiwa
Dampak dari bencana ini benar-benar bikin speechless. Berdasarkan data terkini yang berhasil dihimpun, tercatat sebanyak 626 orang meninggal dunia akibat musibah tersebut, sementara lebih dari 2.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Cuaca ekstrem lagi-lagi bikin kacau! Banjir bandang dan tanah longsor terjang perbatasan China-Nepal sampai menelan ratusan korban jiwa dan ribuan orang hilang, termasuk 8 WN Rusia yang masih belum ketemu. Jalur evakuasi darurat lewat Tibet langsung dibuka, dan otoritas setempat lagi strive maksimal buat nyelamatin para penyintas. Stay safe buat yang lagi ada di area rawan bencana!









