Kolaborasi PBB dan Mitra Kumpulkan Dana Darurat untuk Banjir Nepal

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:32 WIB
Kolaborasi PBB dan Mitra Kumpulkan Dana Darurat untuk Banjir Nepal
Kolaborasi PBB dan Mitra Kumpulkan Dana Darurat untuk Banjir Nepal (United Nations)

astakom.com, Jakarta – Bencana banjir dahsyat yang melanda Nepal meninggalkan duka mendalam usai menewaskan ratusan jiwa dan menyebabkan lebih dari 900 orang dinyatakan hilang. Merespons situasi darurat ini, PBB bersama mitra internasional bergerak cepat mengucurkan dana bantuan, mengerahkan tim penilai, serta menyalurkan pasokan logistik guna mendukung langkah tanggap darurat yang dipimpin langsung oleh Pemerintah.

Berbagai armada penunjang mulai dari truk logistik, peralatan darurat, generator listrik, hingga bahan makanan pokok telah dikirimkan ke lokasi bencana oleh badan PBB.

​Bantuan Cair

Melansir dari laman resmi United Nations pada Jumat (28/08/2026), aliran dana internasional cair dengan cepat. PBB sendiri telah menyalurkan dana tanggap darurat sebesar 2,5 juta dolar AS, disusul komitmen bantuan tambahan dari negara Swiss, Australia, dan Inggris Raya.

Melalui pengarahan media dari Kathmandu, Koordinator Tetap PBB di Nepal, Lila Pieters Yahia, menjabarkan kalau seluruh skema bantuan PBB diorganisir sepenuhnya di belakang respons Pemerintah Nepal. Langkah ini diambil demi memastikan gelombang bantuan internasional yang terus mengalir bisa langsung sampai ke tangan masyarakat terdampak tanpa hambatan.

Tim khusus dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dijadwalkan segera tiba untuk memperkuat koordinasi lapangan. Selain itu, dana sebesar $2,5 juta dari Dana Tanggap Darurat Pusat (CERF) PBB telah dicairkan untuk menggerakkan operasional bantuan. Pieters Yahia juga turun langsung melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak pada Jumat (28/08/2026) untuk memantau penanganan di lapangan.

Di bawah koordinasi PBB, berbagai lembaga dunia saling bahu-membahu dengan Pemerintah Nepal. Lembaga seperti UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), Dana Kependudukan PBB (UNFPA), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah dimobilisasi penuh untuk melakukan penilaian cepat sekaligus menyalurkan kebutuhan mendesak masyarakat seperti peralatan, generator, hingga makanan.

Sinergi penanganan bencana ini semakin kuat berkat dukungan komunitas internasional yang diselaraskan oleh Kantor Koordinator Tetap PBB sesuai prioritas Pemerintah Nepal.

"Pemerintah Swiss telah dengan murah hati memberi kami $1 juta," ungkap Koordinator Tetap Pieters Yahia dilansir dari United Nations pada Jumat, (28/8/2026).

"Baik Australia maupun Inggris juga akan memberikan beberapa dana bantuan untuk mendukung Pemerintah." tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Nepal juga menggalang dana bantuan mandiri. Sejumlah pihak global seperti Bank Dunia, India, China, dan Amerika Serikat telah berkomitmen menyumbangkan dana hingga $229 juta.

​Dampak Bencana

Berdasarkan data resmi pemerintah yang dipaparkan oleh RC Pieters Yahia, hingga Kamis (27/8/2026) pukul 19.00 waktu Kathmandu, tercatat 359 orang meninggal dunia dan 73 orang mendapat perawatan di rumah sakit beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, jumlah korban hilang mencapai 910 orang termasuk 517 warga negara asing dan 796 orang berhasil diselamatkan. Lebih dari 30.000 personel keamanan dikerahkan dalam misi pencarian dan penyelamatan massal ini.

Mengenai tingkat kerusakan fisik, akses jalan di wilayah terdampak dilaporkan masih sangat sulit. Lebih dari 35 jembatan hancur dan akses jalan terputus total. Kerusakan jalan diperkirakan mencapai 40 kilometer, pasokan listrik padam di 10 persen wilayah terdampak, serta sekitar 10.000 rumah tangga membutuhkan bantuan darurat secepatnya.

​Ancaman Susulan

Di luar penanganan darurat, RC Pieters Yahia mengingatkan adanya potensi bahaya susulan. Pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan dini terkait risiko banjir di sepanjang aliran Sungai Koshi. Prioritas utama saat ini adalah kewaspadaan tinggi, di mana warga lokal, relawan, hingga wisatawan diminta menjauhi bantaran sungai dan segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Mengingat Nepal masih berada di puncak musim hujan dalam periode yang konsisten memicu tanah longsor selama 3 bulan terakhir, hujan deras yang terus turun diperkirakan bakal memperparah penutupan jalan di sejumlah titik.

Seluruh proses penanganan bencana dikomandoi langsung oleh Pemerintah Nepal di bawah arahan tegas Perdana Menteri. PBB dan Pemerintah Nepal membentuk tim gabungan yang dibagi berdasarkan bidang kebutuhan khusus, seperti kesehatan, tempat tinggal, hingga pemenuhan pangan.

"Klaster-klaster tersebut telah diaktifkan oleh Pemerintah, dan baik pimpinan klaster, yaitu Pemerintah, maupun pimpinan klaster-klaster lainnya, yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan bertemu," rurur RC Pieters Yahia,

"Untuk memastikan bahwa kita memahami kebutuhan pasti yang dibutuhkan Pemerintah". sambungnya.

Pertemuan rutin tersebut digelar guna menjamin tidak ada duplikasi sehingga penyaluran bantuan dari luar negeri dapat terdistribusi secara tepat sasaran.

​Akses Terisolasi

Menjangkau pemukiman yang paling terisolasi masih menjadi tantangan terberat. Pieters Yahia menyebutkan ada satu wilayah kotamadya yang sama sekali tidak bisa diakses jalur darat, sehingga seluruh drop barang bantuan dilakukan menggunakan helikopter.

Pemerintah Nepal saat ini sedang mengupayakan pemasangan jembatan darurat dari bantuan internasional. Sementara itu, pihak WFP turut mengkaji peluang PBB dalam membantu pengadaan jembatan tambahan jika situasi mendesak.

Menutup keterangannya, RC Pieters Yahia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas nama Perserikatan Bangsa-Bangsa dan seluruh komunitas internasional di Kathmandu.

"Besarnya bencana ini sungguh saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan apa yang terjadi kemarin," ucapnya. (nAD/RaM)

 

Gen Z Takeaway

Krisis iklim dan cuaca ekstrem kembali memicu krisis kemanusiaan parah di Nepal, bikin ribuan warga terisolasi dan kerugian infrastruktur yang gak main-main. Gerak cepat PBB dan komunitas internasional kumpulin dana darurat sampai jutaan dolar ngebuktiin kalau transparansi, kolaborasi lintas negara, dan solidaritas global itu krusial banget buat bantu korban bencana dan pulihin wilayah yang terdampak secepat mungkin! 

PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Nepal united nations

Infografis

Terkini