Vela Alpha Siap Mengudara, Intip Prototipe Taksi Terbang Buatan Indonesia

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Vela Alpha Siap Mengudara, Intip Prototipe Taksi Terbang Buatan Indonesia
Prototipe fisik skala penuh (full-scale prototype) taksi terbang Vela Alpha. [Dok. Vela Aero]

astakom.com, Techno - Indonesia mulai memperlihatkan wujud kendaraan udara yang selama ini masih terdengar seperti teknologi masa depan. PT Vela Prima Nusantara atau Vela Aero resmi memperkenalkan prototipe fisik skala penuh Vela Alpha dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2026 di Cengkareng Heliport, Tangerang, Banten.

Kemunculan Vela Alpha dalam ukuran penuh membuat proyek taksi terbang buatan Indonesia ini tak lagi sebatas konsep. Prototipe tersebut menjadi bagian dari langkah Vela Aero menuju tahap uji terbang dan sertifikasi kelaikudaraan.

Vela Aero mengembangkan Alpha sebagai pesawat electric vertical take-off and landing (eVTOL) dengan opsi sistem hybrid. Konsepnya memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal sebelum beralih ke mode jelajah menggunakan sayap.

Prototipe sudah skala penuh

Vela Alpha menggunakan konfigurasi lift-and-cruise dengan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) berbasis sembilan motor listrik independen. Konfigurasi ini memungkinkan pesawat melakukan penerbangan vertikal sebelum berpindah ke mode jelajah.

“Kehadiran fisik prototipe skala penuh Vela Alpha di Cengkareng Heliport ini adalah bukti nyata dari kapabilitas rekayasa dan manufaktur domestik kita. Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara,”  jajaran eksekutif PT Vela Prima Nusantara melansir dari keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com pada Jumat (28/08/2026).

Vela juga merancang Alpha dengan tingkat redundansi pada sejumlah sistem penting. Pendekatan tersebut ditujukan agar pesawat tetap memiliki kemampuan terbang ketika salah satu motor listrik mengalami gangguan.

Dua versi Vela Alpha

Dalam spesifikasi yang disampaikan Vela Aero untuk prototipe terbaru, Alpha dirancang membawa satu pilot dan hingga enam penumpang, dengan beban muat 550 kilogram termasuk pilot. Kecepatan jelajahnya diklaim mencapai 250 kilometer per jam.

Ada dua versi yang disiapkan. Varian listrik murni atau eVTOL memiliki jangkauan hingga 150 kilometer dan diarahkan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Sementara versi hybrid-listrik atau hVTOL menggunakan turbogenerator dan diklaim mampu menjangkau hingga 500 kilometer untuk penerbangan regional.

Vela Aero menegaskan spesifikasi tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil uji terbang, perkembangan densitas energi baterai, kebutuhan bobot muatan, serta parameter sertifikasi akhir. Jadi, angka yang ada saat ini belum bisa dianggap sebagai spesifikasi final pesawat produksi.

Menunggu uji terbang

Kemunculan prototipe skala penuh bukan berarti Vela Alpha sudah siap digunakan sebagai taksi udara komersial. Tahap berikutnya adalah pengujian penerbangan, dengan Vela Aero menargetkan uji terbang perdana pada kuartal IV 2026 di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor.

Vela Aero menargetkan Vela Alpha memperoleh Type Certification pada akhir 2028 dan memasuki layanan komersial pada awal 2029. Namun, target tersebut masih bergantung pada proses pengujian dan sertifikasi yang harus dilalui. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Vela Alpha sekarang sudah punya wujud nyata dalam ukuran penuh. Prototipe taksi terbangnya sudah diperkenalkan ke publik, tetapi belum berarti bisa langsung dipakai penumpang. Langkah berikutnya masih uji terbang dan sertifikasi—jadi untuk sekarang, Indonesia baru sampai tahap punya prototipe taksi terbang, belum layanan taksi terbang siap booking.

Vela Alpha Taksi Terbang Prototipe Taksi Terbang Transportasi Transportasi Udara Techno

Infografis

Terkini