PT DSI Dievaluasi 3 Bulan Lagi, Peran Perusahaan ke Depan Makin Diperjelas
astakom.com, Jakarta - Pemerintah mengevaluasi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) terkait perannya dalam ekspor komoditas strategis di Indonesia. Evaluasi yang cukup krusial ini rencananya bakal dijalankan dalam kurun waktu 3 bulan mendatang.
Direktur Keuangan dan Treasury PT DSI Sinthya Roesly menjelaskan bahwa evaluasi tersebut bakal menentukan posisi DSI ke depannya. Keputusan akhir nanti akan memperjelas apakah DSI sebatas menjadi intermediary alias pihak perantara untuk menjembatani antara pelaku ekspor dalam negeri dengan para importir, atau justru beralih memakai model lain, seperti menjadi pelaku ekspor langsung.
"Dalam waktu tiga bulan akan dilakukan evaluasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta berbagai lembaga dan kementerian lainnya. Nantinya akan dilihat apakah mulai 1 Januari 2027 kami akan terus melanjutkan model ekspor sebagai intermediary atau menggunakan model lainnya," kata Sinthya Roesly, di Wisma Danantara, dikutip astakom.com pada Selasa (25/8/2026).
Fokus utama PT DSI sekarang
Sinthya menyebutkan bahwa hingga saat ini peran PT DSI memang masih sebatas melakukan pemantauan terhadap aktivitas ekspor yang dilakukan dari dalam negeri, khusus untuk tiga komoditas utama: batu bara, CPO, dan ferro alloy.
Langkah ini diambil demi memastikan transaksi yang dilakukan para eksportir bebas dari praktik under invoicing maupun transfer pricing.
"Nanti akan ada informasi baru setelah evaluasi dilakukan (terkait peran DSI setelah 1 Januari 2027)," dia menambahkan.
Capaian PT DSI
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ngespill fakta menarik dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Presiden membeberkan bahwa PT DSI telah berhasil memantau sebanyak 6.500 transaksi ekspor dalam kurun waktu 2 bulan 13 hari sejak resmi beroperasi pada 1 Juni lalu.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kinerja PT DSI pada 6 bulan pertama yang difokuskan untuk memonitor aktivitas ekspor telah memberikan dampak yang sangat real.
Menambah devisa ekspor
PT DSI berhasil menambah devisa ekspor hingga USD5 miliar atau setara Rp89,17 triliun. Angka fantastis ini didapatkan dari temuan ketidaksesuaian antara harga jual dengan pembayaran devisa hasil ekspor.
"Lebih dari 6.500 transaksi ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan USD5 miliar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," kata Presiden Prabowo dalam acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, beberapa waktu lalu. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) bakal dievaluasi dalam 3 bulan ke depan buat nentuin nasib model ekspornya mulai 1 Januari 2027. DSI saat ini masih jadi intermediary yang memantau ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy agar nggak ada praktik under invoicing atau transfer pricing. Dalam 2 bulan 13 hari operasional, DSI mengklaim sudah memantau 6.500 transaksi dan menemukan potensi tambahan devisa ekspor hingga USD5 miliar. Jadi, tinggal tunggu hasil evaluasi: DSI lanjut jadi perantara atau naik level jadi eksportir langsung.









