PT DSI Spill Tarif Fee Ekspor: Tetap Cuan Tapi Nggak Bikin Eksportir Boncos!
astakom.com, Jakarta - PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) lagi mengkaji skema tarif fee ekspor biar tetep efisien dan sesuai sama kemampuan badan usaha. Langkah ini diambil supaya kebijakan baru tersebut masih affordable bagi para produsen dan eksportir Indonesia.
Direktur Keuangan dan Treasury PT DSI, Sinthya Roesly, ngejelasin kalau status DSI sebagai perseroan terbatas (PT) bikin perusahaan harus tetep memperhitungkan modal yang keluar sekaligus nyari margin yang wajar.
"Karena kita juga PT, tentu sebagai PT ada suatu cost recovery karena sudah ada injeksi capital. Tidak mungkin (DSI) harus menjadi rugi," kata Sinthya di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip astakom.com pada Selasa (25/08/2026).
Prinsip penetapan tarif
Saat ini, pihak DSI masih ngotak-ngatik besaran tarif yang paling pas. Semua kalkulasi dilakukan pakai prinsip efisiensi dan margin yang masuk akal, jadi DSI bisa tetep dapet untung tanpa bikin pelaku usaha sektor pertambangan merasa terbebani.
"Ini sedang dihitung, tentu dengan prinsip-prinsip misalnya efisiensi, tidak menambah biaya kepada eksportir dan juga tentu akan dikonsultasikan dengan para pihak terkait," jelasnya.
Tetap jaga daya saing eksportir dan efisiensi
Lebih lanjut, Sinthya juga ngespill kalau penentuan fee ini bakal memperhitungkan dampaknya ke total biaya ekspor. Jadi, formulasi tarif nggak cuma buat menutup biaya atau modal DSI aja, tapi juga buat ngejaga daya saing eksportir serta efisiensi biaya ekspor nasional.
"Semangatnya untuk bicara bagaimana fee yang akan kita bebankan kepada masyarakat akan dihitung bagaimana export cost bagi si produsen atau eksportir Indonesia," kata Sinthya.
Tiga komoditas utama
Untuk sekarang, DSI baru memegang kendali atas ekspor tiga komoditas utama, yaitu CPO, batu bara, dan ferroalloy. Meski begitu, peluang buat scale up dan menambah daftar komoditas lain di masa depan masih terbuka lebar demi memaksimalkan nilai jual produk lokal di pasar global.
"Apakah kemungkinan kita akan perluas ke depan? Kemungkinan ada, karena cita-cita pemerintah sebenarnya kan tujuan utamanya adalah bagaimana resources Republik Indonesia ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan kemakmuran masyarakat ya," dia menutup. (Shnty/RaM).
Gen Z Takeaway
DSI lagi ngitung tarif fee ekspor yang tetap bikin perusahaan cuan, tapi nggak bikin eksportir boncos. Besarannya bakal dibuat efisien, punya margin wajar, dan tetap mempertimbangkan daya saing serta total biaya ekspor. Saat ini DSI mengelola ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy, dengan peluang memperluas komoditas ke depan.









