Plot Twist di Way Kambas: Kebakaran Padam, All Good dan Gajah Sumatera Di-spill Aman!

Editor: Anri Syaiful
Senin, 24 Agustus 2026 | 07:08 WIB
Plot Twist di Way Kambas: Kebakaran Padam, All Good dan Gajah Sumatera Di-spill Aman!
Plot Twist di Way Kambas: Kebakaran Padam, All Good dan Gajah Sumatera Di-spill Aman! [Dok. Kemenhut]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan insiden kebakaran hutan di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, akhirnya berhasil dipadamkan total pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan intensif petugas, populasi gajah sumatera—baik yang hidup bebas di habitat alaminya maupun yang berada di Pusat Konservasi Gajah—dipastikan berada jauh dari titik lokasi kebakaran dan tidak berdampak langsung. All good!

Gercep tangani kebakaran 673 hektare lahan bergambut

Peristiwa kebakaran ini sejatinya mulai membara sejak Jumat, 21 Agustus 2026, siang hari di kawasan Resor Kuala Penet, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Kuala Penet. Berdasarkan estimasi awal, area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare.

"Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan," ujar Ristianto Pribadi selaku Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (23/08/2026).

Kolaborasi solid 250 personel lintas instansi

Proses pemadaman di lapangan bisa dibilang super solid. Penanganan kebakaran ini mengerahkan tak kurang dari 250 personel gabungan. Tim ini terdiri dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Nggak ketinggalan, para mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api juga ikutan effort di garis depan.

Aksi pemadaman ini dimonitor langsung oleh pejabat setempat. Mulai dari Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, hingga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur. Sinergi lintas instansi ini memperkuat koordinasi sekaligus menegaskan bahwa perlindungan kawasan konservasi dan satwa liar adalah prioritas bersama.

Medan ringi-ringi khas lahan bergambut jadi tantangan utama

Proses pemadaman tidak berjalan tanpa rintangan. Tim di lapangan harus berhadapan dengan berbagai medan berat dan situasi sulit.

"Upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa karakteristik lahan bergambut, sulitnya akses menuju lokasi, serta sumber air yang berada cukup jauh dari area kebakaran," imbuhnya.

Saking sulitnya jalur yang ada, sebagian lokasi bahkan terpaksa harus ditempuh para personel dengan berjalan kaki. Namun, berkat kerja sama yang fast hand dan penanganan yang sangat intensif, si jago merah berhasil ditiadakan.

Kondisi gajah dipastikan safe, petugas lanjut tahap cooling down

Berdasarkan pemantauan ketat dari Balai Taman Nasional Way Kambas, kawanan gajah liar terdeteksi berada di wilayah utara taman nasional, alias sangat jauh dari titik api. Di sisi lain, gajah-gajah yang menghuni Pusat Konservasi Gajah juga berada di zona aman yang sama sekali tidak terdampak.

Dengan situasi tersebut, gajah liar maupun gajah konservasi terpantau aman dan terbebas dari dampak langsung insiden ini. Kendati demikian, para petugas tidak langsung balik kanan; mereka tetap melanjutkan pemantauan pergerakan satwa dan kondisi lingkungan sekitar demi memastikan perlindungan berjalan optimal.

Pascapemadaman, tim gabungan langsung menggelar proses pendinginan (cooling down) serta pemantauan susulan. Langkah ini krusial mengingat karakter lahan bergambut yang rentan menyimpannya bara api di dalam tanah, sehingga butuh kewaspadaan ekstra agar tidak ada potensi kebakaran berulang.

Perketat patroli dan cegah aktivitas ilegal

Sebagai langkah tidak lanjut (next step), Balai Taman Nasional Way Kambas bakal makin menggejot intensitas patroli dan pengamanan kawasan. Kemenhut juga terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemda, mitra kerja, hingga warga lokal.

Fokus pengamanan ini tak cuma menyasar pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga membendung aksi perburuan liar, perambahan, hingga aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi merusak dan mengancam kawasan konservasi.

Kemenhut pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang sudah bahu-membahu menundukkan api demi menjaga keselamatan gajah sumatra serta satwa liar lainnya.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, segera melaporkan temuan asap atau titik api, serta bersama-sama menjaga kelestarian Taman Nasional Way Kambas," pungkas Ristianto. (aNs)

Gen Z Takeaway

Kebakaran seluas 673 hektare di Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, yang menyala sejak Jumat (21/08/2026) akhirnya berhasil dipadamkan total oleh 250 personel gabungan pada Sabtu (22/08/2026) malam—meski harus effort jalan kaki menembus lahan bergambut dan lokasi air yang lumayan jauh. Untungnya, plot twist berjalan aman karena kawanan gajah sumatera liar di wilayah utara maupun di Pusat Konservasi dipastikan jauh dari titik api, safe, dan nggak berdampak langsung. Saat ini tim gabungan masih lanjut cooling down biar nggak ada potensi api comeback, sekaligus upgrade patroli bareng TNI-Polri buat cegah karhutla dan aksi illegal lainnya.

Karhutla Karhutla Lampung Gajah Sumatera Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas

Infografis

Terkini