Airlangga Spill Pembatasan BBM Subsidi: Jenis dan Tipe Mobil Jadi Patokan
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto speak up soal pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite buat kelompok masyarakat berpenghasilan atas yang masuk kategori desil 9 dan 10.
Airlangga bilang kalau pembatasan subsidi energi tersebut akan diselaraskan dengan kriteria jenis kendaraan yang dipake masyarakat.
Lebih spesifik lagi, Menko Ekonomi ngespill kapasitas mesin dan tipe mobil dinilai menjadi parameter fisik untuk menggambarkan tingkat kemampuan ekonomi pemiliknya.
Airlangga: Tipe kendaraan mencerminkan desilnya
"Pembatasan subsidi ini berbasis dari jenis kendaraannya, karena tipe kendaraan itu mencerminkan kelompok desil masyarakat. Nanti skema ini akan kita matangkan lagi," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip astakom.com pada Jumat (21/8/2026).
Supaya pengawasan teknis saat pengisian bahan bakar di SPBU mudah, pemerintah memilih pendekatan berbasis spesifikasi dan jenis kendaraan daripada verifikasi identitas personal maupun mencermati kelompok ekonomi kelas menengah yang rentan masuk kategori miskin.
Terus evaluasi skema penyaluran subsidi
Lebih lanjut, Airlangga juga bilang kalau pemerintah terus meninjau dan melakukan evaluasi terhadap penataan skema penyaluran subsidi energi ini.
Langkah ini dilakukan supaya belanja fiskal negara menjadi tepat sasaran dan nggak dinikmati oleh kalangan yang punya kemampuan ekonomi tinggi.
"Subsidi energi kan sudah diberikan dan terhadap Pertalite maupun Biodiesel tidak naik, sehingga menjadi akses bagi masyarakat. Namun, penyalurannya diprioritaskan kepada jenis mobil-mobil tertentu," kata Airlangga.
FYI, pemerintah sekarang masih menunggu hasil pemutakhiran data sensus ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sekaligus mematangkan sistem digitalisasi pencatatan di SPBU sebelum kebijakan pembatasan Pertalite nantinya diberlakukan secara bertahap.
Gen Z Takeaway
Airlangga bilang pembatasan Pertalite buat masyarakat desil 9–10 bakal ngikutin jenis dan kapasitas mesin kendaraan, bukan verifikasi penghasilan pemilik. Jadi, tipe mobil nantinya dipakai sebagai “proxy” kemampuan ekonomi, sambil pemerintah masih matengin data BPS dan sistem digitalisasi SPBU. Intinya, subsidi mau dibuat lebih tepat sasaran biar nggak banyak dinikmati kelompok berpenghasilan tinggi.









