KPK OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Diduga Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru
astakom.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menciduk Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang beraksi sejak Kamis (20/08/2026).
Kejadian ini bikin geger publik setelah petinggi lembaga antirasuah mengonfirmasi penangkapan tersebut secara langsung.
“Rektor dan beberapa pihak lainnya dari Unsoed,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/08/2026).
Meski begitu, pihak KPK emang belum spill secara detail soal perkara utama yang bikin Sang Rektor kejaring OTT, termasuk rincian barang bukti apa aja yang berhasil disita dalam operasi diam-diam tersebut.
Diduga terkait penerimaan mahasiswa baru
Usut punya usut, dugaan skandal ini ternyata nyerempet ke urusan penerimaan mahasiswa baru yang bikin dunia pendidikan langsung drop.
"Terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru," ungkap Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK.
Budi juga nambahin kalau tim di lapangan udah mengamankan barang bukti.
“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” terangnya.
KPK sayangkan kejadian ini
Kasus ini jelas bikin miris banget karena terjadi di ranah akademis yang harusnya bersih dan penuh integritas. KPK menilai tindakan ini merusak esensi pendidikan.
Budi mengatakan, KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan.
Ia mengatakan, ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tapi juga penanaman nilai dan karakter.
“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” tuturnya. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang diduga terkait penerimaan mahasiswa baru jadi alarm serius bagi integritas pendidikan. Dugaan transaksi ratusan juta rupiah di gerbang masuk kampus berpotensi merusak kepercayaan publik, padahal pendidikan semestinya jadi ruang membangun ilmu, karakter, dan integritas.








