Indonesia-Tiongkok Sepakat Dongkrak Perdagangan hingga Rp2,95 Kuadriliun

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 24 Agustus 2026 | 03:08 WIB
Indonesia-Tiongkok Sepakat Dongkrak Perdagangan hingga Rp2,95 Kuadriliun
Indonesia-Tiongkok Sepakat Dongkrak Perdagangan hingga Rp2,95 Kuadriliun [Kemlu]

astakom.com, Jakarta – Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok makin erat aja. Kedua negara sepakat buat mendorong peningkatan perdagangan bilateral yang nilainya udah tembus angka USD167 miliar atau setara Rp2,95 kuadriliun. Walaupun nilainya udah super besar, kedua belah pihak merasa angka segitu masih belum ada apa-apanya dibanding seluruh potensi raksasa yang sebenarnya bisa digali lebih dalam.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, saat menggelar Joint Press Statement bareng Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Pertemuan krusial ini berlangsung usai agenda Dialog Strategis Komprehensif (CSD) perdana RI-Tiongkok yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Jumat silam (21/08/2026).

Potensi raksasa

Menlu Sugiono menegaskan kalau peningkatan volume perdagangan ini bakal jadi kunci utama penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Indonesia dan Tiongkok bertekad unlock potential dengan terus menggenjot kerja sama agar angka perdagangan bilateral mereka makin melesat naik.

"Volume perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang USD167 miliar itu merupakan sesuatu yang sangat perlu untuk dikembangkan karena angka tersebut tidak mencakup semua potensi yang dimiliki oleh kedua negara," tutur Menlu Sugiono dikutip oleh astakom.com pada Minggu,(23/08/2026).

"Untuk itu, kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan tersebut," sambungnya.

Akses pasar & investasi

Langkah konkret buat merealisasikan target tersebut bakal dijalankan lewat fasilitasi perdagangan yang lebih mulus, plus penjajakan perluasan akses pasar khusus untuk produk-produk komoditas unggulan asal Indonesia.

Gak cuma soal jual-beli barang, Indonesia juga memberikan apresiasi tinggi atas komitmen investasi Tiongkok di Tanah Air yang dinilai tetap konsisten.

Menlu Sugiono menyebutkan, penilaian positif dari lembaga pemeringkat asal Tiongkok terhadap iklim investasi di Indonesia membuktikan betapa besarnya tingkat kepercayaan Tiongkok pada perekonomian nasional serta arah kebijakan pemerintah saat ini.

"Kami juga mengapresiasi keberlanjutan komitmen Tiongkok terhadap investasi di Indonesia," ungkap Sugiono.

Keseriusan komitmen tersebut juga terpancar dari lancarnya pembahasan kerja sama ekonomi bilateral dalam rangkaian agenda kunjungan Wang Yi ke Indonesia.

Masa depan Whoosh

Salah satu topik hangat yang ikut dibahas adalah kelanjutan proyek strategis Belt and Road, termasuk keberlanjutan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Kedua negara berkomitmen penuh menjaga agar kerja sama ini terus berlanjut tanpa hambatan.

"Kami tadi membahas mengenai kelanjutan kerja sama Belt and Road, termasuk kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), dengan komitmen bahwa ini adalah sesuatu yang harus terus berlanjut dan perlu ada keberlanjutan pembiayaan, termasuk juga alternatif-alternatif peningkatan volume penumpang di rute kereta cepat ini," ucapnya.

Transaksi mata uang lokal

Terakhir, penguatan ikatan ekonomi ini juga menyasar sektor keuangan. Indonesia dan Tiongkok sepakat mempererat kolaborasi demi mendukung proyek-proyek pembangunan prioritas, sekaligus makin gencar memperkuat transaksi bisnis menggunakan mata uang lokal pada setiap kerja sama ekonomi kedua negara. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Hubungan RI-Tiongkok lagi level up banget! Gak cuma incer target perdagangan jumbo senilai Rp2,95 kuadriliun, kerja sama ini juga bakal berdampak ke hal-hal yang sering kita pakai, mulai dari penguatan investasi, transaksi nontunai/mata uang lokal yang makin fleksibel, sampai kelanjutan operasional Kereta Cepat Whoosh yang mau ditambah opsi volumenya biar makin terjangkau dan nyaman buat mobilitas kita sehari-hari.

Indonesia-Tiongkok Tiongkok Republik Rakyat Tiongkok Hubungan Bilateral

Infografis

Terkini