BI Siapkan 2 Jurus Baru Dongkrak Kredit Perbankan ke Sektor Riil Lewat KLM PPU dan RPIM

Penulis: Shintya
Editor: A. Cuwantoro
Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:03 WIB
BI Siapkan 2 Jurus Baru Dongkrak Kredit Perbankan ke Sektor Riil Lewat KLM PPU dan RPIM
BI Siapkan 2 Jurus Baru Dongkrak Kredit Perbankan ke Sektor Riil Lewat KLM PPU dan RPIM (Foto: Pixabay)

astakom.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong ekspansi kredit perbankan ke sektor riil dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan lewat dua kebijakan baru.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan dua kebijakan insentif makroprudensial baru tersebut, yakni Kebijakan Insentif Liquiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) dan penyempurnaan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

"Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) untuk menjaga kecukupan dan mendorong redistribusi likuiditas dengan tetap mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang akan berlaku efektif pada 1 September 2026," kata Destry beberapa waktu lalu dikutip astakom.com pada Sabtu (22/8/2026).

Dua insentif baru

Selanjutnya, untuk memperluas akses pembiayaan yang merata, BI juga siapin Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM). Instrumen ini ditujukan buat perkuat penyaluran kredit perbankan ke sektor inklusif dan ramah lingkungan dengan tanggal efektif berlakunya mulai 1 Oktober 2026.

Implementasi instrumen makropudensial ini menjadi pelengkap pencapaian insentif KLM yang sudah berjalan optimal. Sampai minggu pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang diterima industri perbankan menembus angka Rp446,5 triliun.  

Penyaluran insentif itu dibagi menjadi tiga jalur tama, yaitu jalur pembiayaan (financing channel) sebesar Rp368,4 triliun. Jalur suku bunga (interest rate channel) sebesar Rp73,2 triliun. Lalu jalur pembiayaan terhadap pendanaan (financing to funding channel) mencapai Rp4,9 triliun.

Kinerja kredit

Kinerja kucuran kredit itu disokong oleh tingkat ketahanan industri perbankan nasional yang sangat kokoh. Diketahui pada Juni 2026 Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan berada di level tinggi, yaitu sebesar 23,70 persen.

Nggak cuma itu, BI juga terus memperkuat dan melakukan langkah langkah mitigasi risiko kredit, sehingga statusnya terpantau terjaga aman dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) agregat berada di posisi rendah. Angkanya berada di 2,09 persen (bruto) dan 0,82 persen (neto). Di sisi likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) perbankan tercatat ada pada posisi stabil, yakni pada level 23,10 persen pada Juli 2026.

Gen Z Takeaway

BI siap gaspol dorong kredit perbankan ke sektor riil lewat dua kebijakan baru, yaitu KLM Pendalaman Pasar Uang yang mulai berlaku 1 September 2026 dan penyempurnaan RPIM mulai 1 Oktober 2026. Keduanya ditujukan buat menjaga likuiditas sekaligus memperluas pembiayaan ke sektor prioritas, inklusif, dan ramah lingkungan. Sejauh ini, insentif KLM yang sudah berjalan mencapai Rp446,5 triliun, dengan mayoritas lewat jalur pembiayaan Rp368,4 triliun. Kondisi perbankan juga masih solid, ditopang CAR 23,70%, NPL bruto 2,09%, NPL neto 0,82%, serta AL/DPK 23,10%.

Bank Indonesia (BI) Kredit Perbankan Insentif Likuiditas Makroprudensial Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM)

Infografis

Terkini

Jogja Fashion Carnival 2026

Jogja Fashion Carnival digelar di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (22/08/2026) tampilkan karya busana megah tradisi Nusantara meriahkan HUT ke-81 RI.

Footage 11:31 WIB