Tinjau Wilayah Terdampak Gempa NTT, Fernando: Ambulans Udara Sangat Dibutuhkan untuk Selamatkan Nyawa

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:08 WIB
Tinjau Wilayah Terdampak Gempa NTT, Fernando: Ambulans Udara Sangat Dibutuhkan untuk Selamatkan Nyawa
Sekretaris DPD Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares [Dok. Gerindra]

astakom.com, Jakarta - Topografi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berupa kepulauan plus jarak antarfaskes yang terbilang jauh memang bikin penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di sana jalannya agak struggle.

Melihat kondisi ini, rencana pemerintah pusat untuk menghadirkan fasilitas ambulans udara dinilai bisa jadi game changer paling ampuh buat mepercepat pelayanan medis, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Cek realita di lapangan

Sekretaris DPD Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, menyampaikan hal tersebut setelah berkeliling melihat langsung sejumlah wilayah terdampak gempa.

Menurutnya, kondisi nyata di lapangan menunjukkan bahwa kecepatan transportasi adalah kunci utama dan faktor paling krusial untuk menyelamatkan warga yang butuh penanganan medis darurat.

Fernando menjelaskan, karakteristik geografis NTT sebagai wilayah kepulauan bikin kebutuhan akan transportasi udara beda banget dibanding daerah lain yang punya akses darat lebih mulus.

“Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan,” ungkap Fernando, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Rabu (19/08/2026).

Gercep salurkan bantuan obat

Dalam agenda kunjungannya, Fernando juga tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa sejumlah persediaan obat-obatan sesuai rekomendasi langsung dari tenaga medis dan dokter spesialis.

Bantuan dari Partai Gerindra ini diharapkan bisa menjadi booster untuk menambah stok obat di fasilitas kesehatan yang sedang melayani korban bencana.

“Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap,” ujarnya.

1 dokter harus layani ribuan warga

Kondisi riil yang ditemuinya di salah satu puskesmas makin membuka mata betapa besarnya tantangan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Fernando membeberkan bahwa faskes yang dikunjunginya di lokasi gempa harus melayani hingga 5.774 warga, namun hanya didukung oleh 1 orang dokter dan 15 perawat.

Menurutnya, beban kerja tenaga kesehatan ini terasa makin overload saat bencana terjadi. Selain jumlah tenaga medis yang minim, pemukiman warga juga tersebar berjauhan sehingga proses evakuasi maupun rujukan pasien memakan waktu yang sangat lama.

“Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?” katanya.

Pentingnya kecepatan transportasi

Fernando menegaskan bahwa urgensi transportasi udara ini bukan cuma soal gaya-gayaan atau memperpendek perjalanan semata. Dalam situasi urgency dan darurat, waktu tempuh berbanding lurus dengan keselamatan nyawa pasien.

“Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan,” tegasnya.

Harapan realisasi ambulans udara

Oleh karena itu, Fernando sangat berharap gagasan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat mengenai penyediaan ambulans udara ini bisa secepatnya direalisasikan.

Terutama untuk daerah-daerah kepulauan, pelosok terpencil, serta wilayah dengan akses terbatas menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Kehadiran ambulans udara dinilai bakal jadi solusi paling ampuh untuk mempercepat evakuasi pasien kritis, sekaligus mempermudah mobilitas nakes, distribusi obat-obatan, serta kebutuhan medis lainnya di saat jalur transportasi darat atau laut sedang sulit diakses.

“Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh,” pungkas Fernando. (Usm/aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Kondisi geografis NTT yang kepulauan membuat akses medis saat bencana jadi tantangan serius. Dengan satu dokter harus melayani 5.774 warga, ambulans udara dinilai bisa jadi game changer untuk mempercepat evakuasi, rujukan pasien, distribusi obat, hingga mobilitas tenaga kesehatan. Intinya, di situasi darurat, akses cepat bukan sekadar soal efisiensi, tapi menyangkut keselamatan nyawa.

Gempa NTT Pascagempa NTT Korban Gempa NTT Gempa Nusa Tenggara Timur Gerindra Partai Gerindra Fernando Jose Osorio Soares

Infografis

Terkini