Gempa M 5,9 Guncang Tokyo: Kereta Delay, Puluhan Orang Luka-Luka

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:08 WIB
Gempa M 5,9 Guncang Tokyo: Kereta Delay, Puluhan Orang Luka-Luka
Gempa M 5,9 Guncang Tokyo: Kereta Delay, Puluhan Orang Luka-Luka [ Ilustrasi gempa bumi/Pexels]

astakom.com, Jakarta Jepang bagian timur, termasuk Tokyo, baru aja kena gempa magnitudo awal 5,9 pada Minggu pagi, (23/08/2026). Kejadian ini bikin transportasi lokal sempat terganggu dan memicu beberapa korban luka di prefektur sekitar Tokyo, berdasarkan laporan dari badan meteorologi dan otoritas setempat.

Guncangan M 5,9 tanpa tsunami

Melansir dari Kyodo News pada Minggu, (23/08/2026) Gempa yang terjadi pukul 02.00 dini hari itu berpusat di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman 68 kilometer. Namun, Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi kejadian ini gak ada tsunami.

Guncangan ini tercatat mencapai skala 5 intensitas seismik Jepang dari total skala 7 di beberapa area prefektur dan pusat Tokyo. Pihak lembaga mendefinisikan skala 5 sebagai situasi di mana guncangan yang mengakibatkan beberapa besar orang merasa tidak nyaman.

Goncangannya bikin panik sampai orang-orang refleks nyari pegangan yang kokoh, gara gara barang di rak pada rawan jatuh.

Transportasi lumpuh dan pipa pecah

Dampak paling kerasa ada di sektor transportasi. Beberapa layanan kereta api langsung delay, dan sebagian armada terpaksa jalan pelan, termasuk JR East serta operator lainnya.

Operator Jalur Keisei yang mengubungkan Ueno di pusat Tokyo dengan bandara Narita di Chiba sempat kena imbas, walau akhirnya konfirmasi kalau layanan telah kembali normal setelah pukul 09.40 pagi. Di sisi lain, beberapa layanan ekspres milik Tobu Railway masih stuck alias terhenti.

Nggak cuma masalah kereta, di Distrik Koto, Tokyo, ada laporan pipa air pecah yang langsung diinvestigasi oleh pihak berwenang metropolitan buat dipastikan kaitannya dengan gempa.

Puluhan korban luka

Tercatat lebih dari 20 orang mengalami luka-luka. Menurut dinas pemadam kebakaran setempat, korban mencakup seorang pria muda dan seorang wanita berusia 70-an di Saitama, sebelah utara Tokyo, dan 9 orang di prefektur Kanagawa beserta 4 orang di prefektur Chiba.

Guncangan intensitas di bawah 5 juga kerasa di Saitama dan Chiba. Buat area ibu kota, Distrik Adachi mencatat intensitas serupa, sementara wilayah Tokyo lainnya mencatat angka yang lebih rendah.

Walau guncangannya lumayan kencang, pihak operator mengonfirmasi kondisi aman tanpa kendala di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tokai No. 2 di Ibaraki, maupun di kompleks PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.

Respons pemerintah dan imbauan

Lewat media sosialnya, Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan kalau dirinya sudah memerintahkan jajaran pejabat terkait untuk mendata total kerusakan dan rutin membagikan update informasi terbaru ke publik.

Saat gempa terjadi, peringatan darurat langsung diaktifkan. Badan meteorologi mengimbau warga tetap aware dan waspada terhadap potensi gempa susulan dengan intensitas 5 ke bawah selama seminggu ke depan, khususnya dalam 2 hingga 3 hari mendatang. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa M 5,9 yang menghantam Tokyo terbukti memicu kekacauan pada moda transportasi publik serta melukai puluhan warga lokal. Walau kondisi infrastruktur penting seperti PLTN terpantau aman dan tidak ada potensi tsunami, kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama menghadapi risiko gempa susulan

Tokyo Gempa Jepang jepang Gempa Bumi

Infografis

Terkini

Jogja Fashion Carnival 2026

Jogja Fashion Carnival digelar di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (22/08/2026) tampilkan karya busana megah tradisi Nusantara meriahkan HUT ke-81 RI.

Footage 11:31 WIB