Langkah Besar Menag: 10.000 Guru Ngaji Diterjunkan demi Basmi Buta Huruf Al-Qur'an

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 24 Agustus 2026 | 09:08 WIB
Langkah Besar Menag: 10.000 Guru Ngaji Diterjunkan demi Basmi Buta Huruf Al-Qur'an
Langkah Besar Menag: 10.000 Guru Ngaji Diterjunkan Demi Basmi Buta Huruf Al-Qur'an [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar merasa percaya banget kalau Indonesia bisa terbebas dari buta huruf Al-Qur’an dalam waktu tiga tahun ke depan. Rasa optimis itu beliau sampaikan saat mengukuhkan 10.000 guru ngaji yang siap menjadi garda terdepan dalam gerakan pembelajaran Al-Qur’an di berbagai pelosok daerah.

Menag menegaskan kalau kehadiran para pengajar ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam mengatasi persoalan literasi Al-Qur'an yang masih cukup memprihatinkan.

Target 3 tahun bebas buta huruf

"Keberadaan 10.000 guru Al-Qur’an menjadi salah satu kontribusi konkret masyarakat dalam membantu mengatasi persoalan buta huruf Al-Qur’an. Menurut data statistik, masih ada kurang lebih 60% warga umat Islam Indonesia yang buta huruf Al-Quran. Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan sendiri urusan besar seperti ini. Di sinilah peran ormas-ormas Islam" tutur Menag, pada Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah, di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Minggu (23/08/2026).

Menag juga sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari Wahdah Islamiyah yang dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kontributor yang paling konkret adalah Wahdah Islamiyah menyumbangkan 10.000 pembebas buta huruf Al-Qur'an di Indonesia,” ungkapnya.

Menag pun membeberkan kalkulasi matematis bagaimana dampak besar ini bisa terwujud jika semua pihak bergerak secara konsisten.

Matematika perubahan

“Kalau 10 ribu guru Al-Qur'an, setiap orang nya membebaskan 10 orang dari buta huruf Al-Qur'an, maka kita akan punya kader. 10 ribu guru kali 10 murid. Dalam tempo insya allah paling lambat belajar huruf Al-Qur'an tiga bulan. Saya yakin insya Allah dalam tempo tiga tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur'an,” sambungnya.

Nggak cuma sekadar bisa baca teks Al-Qur'an, Menag juga mendorong para guru ngaji untuk menjalankan fungsi pendidikan secara lebih mendalam dan menyentuh sisi spiritual peserta didik.

Lebih dari sekadar baca

"Guru Al-Qur’an tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk karakter peserta didik. Semoga tentu kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur'an, tetapi kita juga berharap semoga para guru ini berhasil menembus batin-batin para muridnya sebagai seorang guru,” ucap Menag.

Agama dan bangsa beriringan

Di akhir arahannya, Menag mengajak seluruh guru Al-Qur’an untuk terus menjaga dan merawat Indonesia sebagai bangsa yang moderat, tanpa harus mempertentangkan nilai-nilai keagamaan dengan kebangsaan.

 “Mari kita merawat Indonesia sebagai bangsa yang moderat. Moderat itu jangan dipertentangkan dengan kekuatan syariah kita, kekuatan religi kita. Negara religi atau negara moderat, itu jangan dipertentangkan. Indonesia menggabungkan keduanya,” tutupnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Daripada cuma bisa sebut "relatable" pas liat quotes di medsos, gerakan 10.000 guru ngaji ini hadir buat bikin kita makin deep paham isi Al-Qur'an secara langsung. Bukan sekadar hafal atau bisa baca teksnya doang, tapi juga ngebantu bentuk character building dan spiritualitas anak muda yang moderat tanpa perlu bentrokin nilai agama sama nasionalisme!

Menag Nasaruddin Umar kemenag update Kemenag Kementerian Agama

Infografis

Terkini