Kemenhub Perkuat Tim SAR untuk Hadapi Situasi Darurat Kapal di Laut

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 24 Agustus 2026 | 00:08 WIB
Kemenhub Perkuat Tim SAR untuk Hadapi Situasi Darurat Kapal di Laut
Kemenhub Perkuat Tim SAR untuk Hadapi Situasi Darurat Kapal di Laut [DJPL Kemenhub]

astakom.com, Jakarta - Situasi darurat di laut bisa berubah sangat cepat. Kebakaran kapal, kecelakaan pelayaran, hingga kondisi yang mengharuskan penumpang meninggalkan kapal membutuhkan respons yang sigap agar risiko terhadap keselamatan jiwa bisa ditekan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan personel Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi berbagai kondisi darurat di laut, khususnya kecelakaan dan kebakaran kapal. Penguatan ini tidak hanya menyasar kemampuan teknis, tetapi juga koordinasi antarpihak yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Melansir dari keterangan resmi Kemenhub yang diterima astakom.com pada Sabtu, (22/08/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) menggelar Pembekalan Personel Search and Rescue (SAR) di Perairan dan Pelabuhan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 19–21 Agustus 2026.

Respons cepat jadi kunci

Plt Direktur KPLP Triono mengatakan berbagai kecelakaan dan kebakaran kapal menjadi pengingat bahwa kesiapan personel harus terus ditingkatkan. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan pembekalan personel SAR di perairan dan pelabuhan.

“Kebakaran di tengah laut menciptakan situasi yang sangat ekstrem, mulai dari eskalasi api yang cepat, kepulan asap beracun di ruang terbatas, kepanikan massal, hingga kondisi abandon ship. Karena itu, setiap personel harus memiliki kemampuan, kesiapan, dan pemahaman prosedur yang benar dalam menghadapi kondisi tersebut,” ujar Triono saat membuka kegiatan Pembekalan Personel Search and Rescue (SAR) di Perairan dan Pelabuhan Tahun Anggaran 2026, mengutip keterangan resmi Kemenhub yang diterima astakom.com.

Kemenhub mencatat ada tiga tantangan utama dalam operasi penyelamatan di laut. Pertama, kecepatan response time karena keselamatan penumpang sangat bergantung pada seberapa cepat petugas merespons kejadian dan menjalankan evakuasi.

Tantangan kedua berkaitan dengan koordinasi dan komunikasi. Operasi SAR membutuhkan kerja bersama antara KPLP, Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, penerapan SOP keselamatan dan evakuasi medis darurat juga menjadi perhatian. Personel harus memiliki kualifikasi teknis sekaligus ketahanan fisik dan mental untuk menghadapi situasi penyelamatan yang berisiko.

Skill personel terus di-upgrade

Kesiapan SAR tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dari kegiatan operasional sehari-hari. Kemenhub mendorong adanya pembaruan keterampilan dan penyamaan pemahaman secara berkala agar setiap personel memiliki standar tindakan yang sama ketika menghadapi kondisi darurat.

“Peningkatan kapasitas SDM SAR tidak dapat hanya mengandalkan rutinitas harian. Kita membutuhkan upskilling atau pembaruan keterampilan serta penyamaan persepsi terhadap tindakan yang harus dilakukan secara berkala,” kata Triono.

Melalui pembekalan tersebut, para personel diarahkan untuk semakin menguasai teknik dasar pertolongan di air, penggunaan alat keselamatan, serta manajemen evakuasi dasar. Kemampuan tersebut diharapkan bisa mendukung proses penyelamatan yang tepat dan sesuai prosedur.

Selain mendapatkan materi dari para narasumber, peserta juga mengikuti praktik lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Tribuana Dive Center dan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok sebagai bagian dari pembekalan kemampuan SAR.

Sinergi jadi penentu

Dalam operasi penyelamatan di laut, kemampuan individu perlu didukung koordinasi yang solid. KPLP juga mendorong penguatan komunikasi antara tim SAR gabungan dan sarana pendukung di lapangan agar proses penyelamatan dapat berlangsung lebih efektif.

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara tim SAR gabungan dan sarana pendukung di lapangan serta mengoptimalkan penerapan SOP penyelamatan, baik dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi petugas maupun dalam mengoptimalkan penyelamatan jiwa,“ jelasnya.

Kegiatan pembekalan tersebut menghadirkan narasumber dari Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Direktorat KPLP, serta Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Kemenhub berharap penguatan kapasitas ini dapat meningkatkan profesionalisme personel SAR dalam mendukung operasi keselamatan dan penyelamatan di laut. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Buat kamu yang sering bepergian naik kapal, kesiapan SAR ini penting banget karena kondisi darurat nggak pernah bisa diprediksi. Intinya, bukan cuma soal punya alat keselamatan, tapi juga memastikan orang-orang yang bertugas sudah punya skill, respons cepat, dan koordinasi yang siap dipakai ketika situasi benar-benar urgent.

Tim SAR Darurat Kapal di Laut Darurat Kapal kemenhub Djpl kemenhub

Infografis

Terkini

Jogja Fashion Carnival 2026

Jogja Fashion Carnival digelar di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (22/08/2026) tampilkan karya busana megah tradisi Nusantara meriahkan HUT ke-81 RI.

Footage 11:31 WIB