Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Siapkan Jalur Sementara Selat Hormuz Bareng Oman

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 5 Agustus 2026 | 00:08 WIB
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Siapkan Jalur Sementara Selat Hormuz Bareng Oman
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Siapkan Jalur Sementara Selat Hormuz Bareng Oman [GoogleMap]

astakom.com, Jakarta – Isu panas soal negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mendadak ditepis tegas oleh pihak Teheran. Pada hari Senin,(3/8/2026) Iran menyatakan kalau mereka sama sekali gak lagi bernegosiasi dengan AS.

Dibanding mikirin Washington, Iran justru lagi focus mode bekerja sama dengan Oman untuk membangun "jalur sementara" di Selat Hormuz demi mengamankan navigasi di jalur air yang super strategis tersebut.

Fokus gandeng Oman, bukan AS

Pada sebuah konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi kalau diskusi Teheran dengan Muscat (Oman) memang murni bertujuan membuat jalur pelayaran sementara di kawasan strategis tersebut.

“Diskusi kami saat ini dengan Oman berfokus pada memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal di Selat Hormuz,” tutur Baqaei, berdasarkan dari kantor berita semi-resmi Fars dilansir dari Anadolu Ajansi pada Selasa (04/08/2026).

Ia juga menambahkan komitmen Iran untuk mempercepat proses ini.

“Kami sedang berupaya untuk membangun jalur sementara, bekerja sama dengan Oman, sesegera mungkin, agar kami dapat memastikan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz,” lanjutnya.

Skema rute transit dua arah

Penjelasan soal technicality rute ini juga di-spill oleh Baqaei. Diskusi tersebut berpusat pada pembentukan koridor navigasi sementara yang mengakomodasi kepentingan kedua negara pesisir. Caranya adalah dengan mengombinasikan rute selatan yang melewati perairan Oman dan rute utara di perairan teritorial Iran menjadi satu koridor transit dua arah.

“Diskusi saat ini adalah tentang koridor dua arah, bukan dua atau tiga rute terpisah,” ucapnya, sembari melanjutkan kalau rute sementara bakal tetap sah hingga alternatif permanen ditemukan.

Bantahan tegas untuk Washington

Di sisi lain, ada plot twist dari pernyataan Washington. Pada hari Minggu sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan dengan optimis kalau pembicaraan dengan Iran bakal dimulai Senin sore, bahkan berharap kesepakatan soal Selat Hormuz dan "denuklirisasi" Iran bisa langsung tercapai.

Namun, klaim tersebut langsung kena dari Baqaei:  “Kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.”ucapnya.

Baqaei juga menegaskan kembali situasi real di lapangan. Menurutnya, situasi di Selat Hormuz “tidak akan berubah selama Amerika Serikat terus melakukan tindakan agresi dan blokade.”

Eskalasi militer & urat nadi energi

FYI, tensi di kawasan ini memang sempat memuncak. Antara tanggal 8 Juli hingga 24 Juli, AS dan Iran sempat terlibat aksi saling serang secara militer. Washington melancarkan serangan ke target-target di dalam wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan membidik fasilitas serta peralatan militer AS yang ada di beberapa negara Arab, seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Eskalasi militer yang bikin anxious ini terjadi tepat setelah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada bulan Juni lalu untuk memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir. Sayangnya, proses pembicaraan tersebut mendadak stuck alias terhenti akibat adanya perbedaan pandangan yang tajam soal jaminan keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz salah satu titik urat nadi terpenting di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global. (nAD/aNs0

Gen Z Takeaway

Long story short, situasi geopolitik di Selat Hormuz lagi tension banget! Murni bantah omongan AS yang sok optimis soal negosiasi, Iran malah focus mode gandeng Oman buat bikin jalur navigasi sementara. Jalur dua arah ini dibuat demi ngejaga pasokan energi global tetap aman dari konflik militer. Lesson learned: ketimbang termakan hype klaim sepihak, tindakan riil di lapangan jauh lebih krusial

selat hormuz Iran AS Iran - Oman Oman

Infografis

Terkini