Bakom: Pemerintah Evaluasi dan Perkuat Tata Kelola MBG pada Tahun Ajaran Baru

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 18:28 WIB
Bakom: Pemerintah Evaluasi dan Perkuat Tata Kelola MBG pada Tahun Ajaran Baru
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta — Pemerintah resmi merombak dan memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran baru 2026/2027 agar pelaksanaannya makin efektif, transparan, dan memberi dampak yang benar-benar impactful bagi para peserta didik.

Langkah tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, sebagai bentuk komitmen mewujudkan program yang jauh lebih berkualitas.

Dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta pada Selasa (21/07/2026), Qodari menegaskan bahwa pemerintah sangat serius membenahi berbagai ketidaksempurnaan pada pelaksanaan MBG sebelumnya.

Momen tahun ajaran baru ini dijadikan sarana utama untuk melakukan evaluasi total dan upgrade sistem secara masif demi memperbaiki performa program di lapangan.

"Di tahun ajaran baru ini kami serius berbenah ketidaksempurnaan pelaksanaan sebelumnya terus kami perbaiki," ungkap Qodari.

Perombakan sistem kerja di lapangan

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan perombakan total pada sistem kerja di lapangan, terutama dengan fokus pada menjaga standar kualitas bahan makanan sejak awal.

Tak hanya itu, kebersihan juga dijamin secara super ketat mulai dari proses pengolahan di dapur hingga makanan siap disantap oleh anak-anak, dengan seluruh alur operasional yang dijamin akuntabel tanpa ada celah yang ambigu.

Menurut Qodari, langkah pembenahan tata kelola MBG ini sangat krusial untuk membangun kembali kepercayaan publik yang sempat goyah.

Pemerintah ingin membuktikan komitmennya lewat perubahan nyata yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh peserta didik di sekolah.

Tidak mengabaikan masukan

Qodari juga menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak denial atau mengabaikan berbagai kritik dan masukan terkait pelaksanaan MBG pada sebelumnya.

Segala kejadian dan kendala yang muncul di lapangan dijadikan bahan pelajaran berharga untuk memoles dan memantapkan pelaksanaan program pada tahun ajaran baru ini.

"Kami ingin membangun kembali kepercayaan ayah dan ibu di rumah bukan sekadar lewat janji-janji manis melainkan lewat perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita setiap hari," katanya.

Ajak masyarakat terlibat pengawasan

Qodari juga turut mengajak para guru, kepala sekolah, orang tua murid, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha lokal dan masyarakat luas untuk ikut terlibat aktif dalam pengawasan. 

Sinergi ini dinilai penting agar kualitas makanan yang mendarat di tangan anak-anak tetap konsisten dan terjaga dengan baik.

Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola ini merupakan hal yang sangat krusial karena program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk mendukung tumbuh kembang fisik dan memaksimalkan proses belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Makan bergizi gratis bukan sekadar urusan membagi-bagikan makanan di dalam kelas, Ini adalah investasi sumber daya manusia kita untuk masa depan Indonesia," tutur Qodari. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Pembaruan tata kelola MBG menegaskan bahwa program besar perlu terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar terasa. Fokus pada kualitas makanan, kebersihan, transparansi, dan pengawasan bersama menjadi langkah membangun kepercayaan publik, karena MBG bukan sekadar makan gratis, tetapi investasi bagi generasi masa depan.

MBG Makan Bergizi Gratis Bakom RI Kepala Bakom RI Kepala Bakom M Qodari Muhammad Qodari

Infografis

Terkini