Spill Kebijakan Baru: Menhaj Prioritaskan Layanan Kesehatan & Beresin Mina untuk Haji 2027
astakom.com, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, baru aja ngasih statement penting soal arah kebijakan haji ke depan. Menhaj negasin kalau penguatan layanan kesehatan jemaah dan pembenahan total pelayanan di Mina bakal jadi dua prioritas utama yang wajib digodok dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M.
Menurut Menhaj, meskipun operasional haji tahun ini panen apresiasi dan berhasil nyetak banyak kemajuan, tetap aja masih ada beberapa aspek yang harus di-upgrade lewat evaluasi yang mendalam.
"Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan," katanya di Jakarta, Sabtu (04/07/2026), dilansir laman resmi Kemenhaj.
Di luar isu kesehatan, Menhaj menilai meroketnya kualitas layanan haji tahun ini nggak lepas dari berbagai inovasi yang udah jalan. Mulai dari manajemen kuota provinsi, efisiensi biaya (BPIH), sampai pembaruan sistem yang pakai kartu Nusuk. Tapi biar makin optimal dan next level buat jemaah, semua inovasi itu tetap harus dievaluasi berkala.
Fokus utama di Mina: jemaah harus aman dan nyaman, no debat!
Secara khusus, Menhaj minta biar urusan pelayanan di Mina dapet perhatian ekstra selama Rakernas. Pokoknya, semua ikhtiar perbaikan wajib diarahkan demi naikin level kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia pas fase puncak haji.
"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," tegasnya.
Agenda retreat: biar mental imun dan bonding petugas makin solid
Pada momen itu, Menhaj juga spill kalau agenda retreat yang diadakan setelah Rakernas adalah bagian dari taktik penguatan kapasitas SDM di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
"Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah," ujarnya.
Sambil menutup arahannya, Menhaj nggak lupa ngasih apresiasi tinggi buat seluruh jajaran Kemenhaj, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta personel TNI dan Polri yang udah totalitas mendukung kelancaran musim haji sekaligus pelaksanaan Rakernas ini.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga semangat kolaborasi ini terus kita jaga untuk menghadirkan pelayanan haji Indonesia yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas," pungkasnya. (aNs)
Gen Z Takeaway
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf baru aja negasin kalau fokus utama buat musim haji berikutnya adalah memperkuat layanan kesehatan jemaah sekaligus ngebongkar pelayanan di Mina biar makin gacor. Meskipun musim ini udah panen apresiasi dan berhasil nurunin angka mortalitas sampai 25%, beliau gak mau berpuas diri dan tetep nge-push evaluasi total pada sistem kuota hingga penggunaan kartu Nusuk biar gak ada plot twist yang merugikan jemaah. Gak cuma itu, para petugas juga bakal diajak retreat bareng TNI/Polri biar fisik makin imun dan bonding-nya makin solid, demi ngasih pelayanan yang aman, nyaman, dan next level, fix no debat!









