Tren Minyak Mentah Global Melemah, Menteri Bahlil-Menkeu Purbaya Kompak Spill Peluang Harga Pertamax Turun

Pewarta: Anri Syaiful
Editor: AR Purba
Senin, 29 Juni 2026 | 16:07 WIB
Tren Minyak Mentah Global Melemah, Menteri Bahlil-Menkeu Purbaya Kompak Spill Peluang Harga Pertamax Turun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya. [IG@bahlillahadalia]

astakom.com, Jakarta – Kabar baik buat yang lagi boncos gara-gara harga bahan bakar minyak (BBM)! Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara soal peluang turunnya harga BBM nonsubsidi.

Isu ini mencuat setelah harga minyak mentah global vibes-nya lagi lesu dan merosot ke bawah USD 70 per barel.

Padahal, PT Pertamina (Persero) baru aja menaikkan harga BBM nonsubsidi kayak Pertamax pada 10 Juni 2026 kemarin. Kenaikan ini jadi yang pertama kalinya sejak perang Amerika Serikat-Iran pecah akhir Februari 2026 lalu.

Saat ini, harga Pertamax nangkring di angka Rp 16.250 per liter, Pertamax Green Rp 17.000 per liter, dan Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter. Biasanya, harga BBM non-subsidi ini emang dievaluasi tiap awal bulan, tergantung harga minyak dunia dan kurs rupiah.

Respons Menteri Bahlil

Menanggapi kode-kode penurunan harga bulan depan, Menteri Bahlil masih agak denial buat kasih kepastian instan.

"Kita lihat saja," ungkap Bahlil kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/06/2026).

Menurut Bahlil, Pertamina sebenarnya sudah lowkey berbaik hati menahan harga BBM nonsubsidi selama lebih dari 3 bulan, dan kenaikan ini baru berjalan sekitar 3 minggu. Dia minta publik untuk melihat kondisi ini secara objektif.

"Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan. Masak baru naik baru naik dua minggu atau tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya (harga BBM) enggak diturunkan?" tegas Bahlil.

Menkeu Purbaya optimis harga pertamax bakal melandai

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa justru membawa angin segar. Purbaya menyebut kalau harga Pertamax cs berpotensi besar ikut turun seiring dengan merosotnya harga minyak mentah dunia.

Purbaya menjelaskan kalau lonjakan Pertamax ke Rp 16.250 per liter kemarin murni karena efek domino harga minyak global yang sempat meroket. Untungnya, pemerintah tetap menjaga agar harga BBM bersubsidi tidak ikut naik.

“Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak disubsidi walaupun yang subsidi kita pertahankan, tapi tekanannya sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” jelas Purbaya saat Raker Komite IV DPD RI, Senin pekan silam (22/06/2026).

Meski situasi global masih penuh ketidakpastian, Purbaya optimistis momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal membaik setelah adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang bikin tensi harga minyak mentah dunia jadi lebih adem.

“Tapi saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” tegasnya. (aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kompak kasih spill soal peluang harga BBM nonsubsidi kayak Pertamax cs bakal turun bulan depan, gara-gara harga minyak mentah dunia lagi lesu dan anjlok di bawah USD 70 per barel. Meski Pak Bahlil masih agak denial dan minta publik buat fair karena Pertamina udah lowkey berbaik hati nahan harga selama 3 bulan pasca-perang AS-Iran, Menkeu Purbaya justru optimis banget kalau harga Pertamax bakal melandai biar kantong masyarakat nggak makin boncos dan ekonomi kita makin secured.

Harga BBM Nonsubsidi Harga Pertamax harga minyak dunia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menkeu purbaya

Infografis

Terkini