Presiden Prabowo di KSTI Spill: Negara Harus Berani Hadapi Challenge dan Fokus Cari Solusi

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 29 Juni 2026 | 12:01 WIB
Presiden Prabowo di KSTI Spill: Negara Harus Berani Hadapi Challenge dan Fokus Cari Solusi
Presiden Prabowo di KSTI Spill: Negara Harus Berani Hadapi Challenge dan Fokus Cari Solusi [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tegaskan kalau kunci keberhasilan sebuah negara bukan soal mampu menghindari masalah, tetapi bagaimana berani menghadapi tantangan dan mencari jalan keluar.

Pesan ini disampaikan saat penutupan Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dosen, peneliti, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Di forum yang mempertemukan pemerintah dengan dunia akademik ini, Presiden Prabowo bilang kalau budaya terbuka terhadap kritik, masukan, dan diskusi menjadi bagian penting dalam membangun negara. Menurutnya, persoalan tidak boleh ditutup-tutupi, melainkan harus diakui agar solusi bisa ditemukan bersama.

"Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," kata Presiden RI Prabowo di penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI di Jakarta Convention Center, dikutip oleh astakom.com pada Senin (29/06/2026).

Usulan akademisi bakal jadi perhatian pemerintah 

Lewat KSTI, pemerintah membuka ruang dialog dengan para akademisi untuk menyerap berbagai perspektif, terutama terkait penguatan sains, teknologi, inovasi, hingga arah pembangunan nasional. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri agar kebijakan yang dibuat makin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa berbagai usulan yang disampaikan para akademisi akan menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, masukan dari kalangan intelektual menjadi bagian penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.

"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan," ungkap Presiden Prabowo.

Negara yang sukses: akui kekurangan dan mengatasinya

Bagi Presiden Prabowo, organisasi maupun negara yang mampu berkembang adalah yang berani melihat kekurangan secara objektif. Bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi fokus melakukan improvement dan mengambil langkah perbaikan.

"Ini saya dapat dari banyak masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya," kata Presiden Prabowo.

Reminder dari Pesiden Prabowo: Berani hadapi Challenge

KSTI sendiri menjadi salah satu momentum pemerintah untuk memperkuat posisi sains dan teknologi sebagai fondasi pembangunan. Dengan melibatkan ribuan akademisi, forum ini diharapkan bisa menghasilkan insight dan gagasan yang related sama kebutuhan bangsa, mulai dari riset, inovasi, hingga peningkatan daya saing Indonesia.

Di era yang penuh perubahan cepat, pesan Presiden Prabowo soal keberanian menghadapi tantangan menjadi reminder bahwa kemajuan tidak datang dari menghindari masalah, tetapi dari kemampuan untuk adaptif, kolaboratif, dan terus mencari solusi. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo di KSTI 2026 menegaskan negara maju bukan yang bebas masalah, tapi yang berani hadapi dan cari solusi. Pemerintah dorong kolaborasi bareng akademisi buat upgrade sains, teknologi, dan inovasi Indonesia. Intinya, maju itu soal adaptif, terbuka, dan siap improve.

Prabowonomics KSTI 2026 Prabowo Subianto Presiden Prabowo

Infografis

Terkini