Respons Instruksi Presiden Prabowo: BRIN Persiapkan Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional Jangka Panjang hingga 2045

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 29 Juni 2026 | 14:14 WIB
Respons Instruksi Presiden Prabowo: BRIN Persiapkan Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional Jangka Panjang hingga 2045
Satu Kompas, Satu Tujuan, Peta Jalan Riset Satukan Penelitian Indonesia (BRIN)

astakom.com, Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan kalau Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional resmi menjadi kompas utama yang mengarahkan arah penelitian di Indonesia hingga tahun 2045. 

Panduan strategis ini disusun melalui kolaborasi erat bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Melalui peta jalan tersebut, Arif berharap ada sinkronisasi yang kuat antara agenda riset di perguruan tinggi, BRIN, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menjawab instruksi langsung Presiden Prabowo

Langkah ini diambil demi menyelaraskan arah riset dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Minggu (28/6/2026).

Presiden menghendaki agar setiap hasil penelitian dan kajian akademik mampu memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat implementasi kebijakan strategis nasional.

"BRIN bersama-sama dengan Kemdiktisaintek. Dalam rangka untuk mempersiapkan ekosistem riset yang unggul yang bisa men-support baik untuk peningkatan UMKM maupun industri di Indonesia, serta memberikan solusi untuk berbagai permasalahan,” ucap Arif dikutip oleh astakom pada Senin, (29/6/2026).

Lebih lanjut Arif menjelaskan kalau BRIN bersama Kemdiktisaintek saat ini sedang merampungkan persiapan peluncuran Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional tersebut. Rencananya, agenda yang bakal menjadi kompas penelitian Indonesia hingga tahun 2045 ini akan resmi diluncurkan di Surabaya.

"Ini adalah kerja sama antara Kemdiktisaintek dan BRIN. Ini sebuah langkah yang sangat baik, sehingga riset strategis yang akan dilakukan oleh para periset Indonesia dapat mengacu pada arah yang sudah kita buat,” paparnya.

Bukan sekadar ilmu pengetahuan, tapi cetak biru industri

Arif menambahkan kalau riset yang terarah secara otomatis akan memberikan kompas yang jelas bagi pemanfaatan teknologi di masa depan. Lebih dari sekadar panduan sains, hal ini juga diproyeksikan menjadi cetak biru dalam menentukan arah industrialisasi Indonesia ke depan.

"Sehingga industrialisasi kita ke depan tidak didasarkan hanya pada sekadar common sense, tetapi didasarkan pada data dan proyeksi teknologi yang akan berkembang. Dengan demikian, industri kita juga akan tetap survive dan relevan terhadap dinamika perubahan,” jelasnya.

Satgas khusus para pemikir bangsa

Merespons hal itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan kalau Kepala Negara meminta adanya langkah konkret untuk menindaklanjuti berbagai masukan dari Sarasehan Kebangsaan. Tindak lanjut tersebut akan diwujudkan melalui pembentukan kelompok kerja khusus yang menyatukan para guru besar, dosen, peneliti perguruan tinggi, serta BRIN.

"Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya berisi guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama kementerian teknis terkait,” ucapnya.

Brian menambahkan, kelompok kerja tersebut dibentuk dengan target memperkokoh kontribusi sains, teknologi, riset, dan inovasi dalam mengawal setiap kebijakan strategis pemerintah. Terlebih, Presiden memandang perguruan tinggi serta lembaga penelitian memegang peranan krusial sebagai hadirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa potensi seluruh bangsa perlu bersatu untuk mengokohkan inisiatif, mengeluarkan gagasan-gagasan dan kegiatan terbaik untuk kemajuan bangsa kita. Bapak Presiden selalu menekankan bahwa sains, teknologi, riset, inovasi itu adalah suatu kemanen yang diperlukan bagi kemajuan bangsa kita,” tegasnya.

Forum strategis lintas sektor

Sebagai informasi, Sarasehan Kebangsaan yang digelar bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) pada 26–28 Juni 2026 ini merupakan forum strategis nasional.

Agenda krusial tersebut mempertemukan Presiden RI, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, hingga mitra pembangunan. Sinergi lintas sektor ini bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis sains demi mewujudkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan Indonesia. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Riset di Indonesia enggak bakal jalan sendiri-sendiri lagi! Lewat kompas riset baru dari BRIN dan Kemdiktisaintek, semua penelitian kampus bakal disatukan biar hasilnya konkret, berbasis data, dan langsung ngasih solusi nyata buat industri serta UMKM, bukan cuma modal common sense doang.

BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kemendiktisaintek Riset

Infografis

Terkini