Presiden Prabowo Tegaskan Pemanfaatan Teknologi Mampu Percepat Penyelesaian Persoalan Bangsa
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto baru aja ngasih pandangan yang mind-blowing soal masa depan teknologi di Indonesia. Ia menegaskan kalau kemajuan teknologi itu bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi wajib jadi instrumen buat mempercepat penyelesaian berbagai masalah bangsa.
Presiden Prabowo menjelaskan pemanfaatan teknologi digital itu bikin pemerintah bisa langsung respons cepat. Komunikasi antara pemerintah dan rakyat sekarang jadi makin seamless alias tanpa batas.
“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat tiktok saya segera tindak lanjut, saudara-saudara. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” ungkap Presiden Prabowo dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, kemarin (29/06/2026).
“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” sambung Presiden.
Penggunaan teknologi dengan bijak
Tapi tunggu dulu, Presiden Prabowo juga mengingatkan biar kita enggak FOMO (Fear of Missing Out) asal pakai teknologi tanpa filter.
Ada red flag besar yang harus diwaspadai, kalau salah urus, teknologi punya potensi merusak yang bikin anxiety massal.
“Tapi kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di suatu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” jelas Presiden Prabowo.
AI jadi tantangan baru
Secara spesifik, Kepala Negara menyoroti hype perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kemunculan agent AI yang jadi tantangan baru bangsa dan perlu dicermati dengan serius.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo mendorong para guru besar dan profesor buat deep dive alias mendalami teknologi ini secara serius.
“Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin, juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini lah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tutur Presiden Prabowo Subianto. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Teknologi itu bukan sekadar soal canggih atau ikut hype, tapi soal seberapa besar dampaknya buat nyelesain masalah nyata. Pesan Prabowo mengingatkan bahwa AI dan teknologi digital bisa bikin pelayanan publik makin cepat dan dekat dengan rakyat, asal dipakai secara bijak. Di saat inovasi terus ngebut, kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya justru jadi skill yang paling penting.









