Tim Investigasi Spill Temuan 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap: Rata-rata Gunakan Nama Yayasan Sony Sanjaya

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 24 Juni 2026 | 11:30 WIB
Tim Investigasi Spill Temuan 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap: Rata-rata Gunakan Nama Yayasan Sony Sanjaya
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, di Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang [Dok. Pemprov Jateng]

astakom.com, Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Ammy Amalia Fatma Surya, men-spill temuan mengejutkan terkait keberadaan sekitar 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif.

Temuan mind-blowing ini terungkap setelah kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh.

Dari total lebih dari 300 titik yang terdata di sistem, sekitar sepertiganya terbukti red flag alias bodong karena sama sekali tidak memiliki bangunan maupun aktivitas operasional. Yang bikin makin nggak make sense, beberapa koordinat titik layanan gizi tersebut justru tercatat berada di lokasi yang sangat absurd, seperti di tengah kawasan hutan, hamparan sawah, hingga area pemakaman.

"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," ungkap Ammy, kemarin (23/06/2026).

Dugaan jual beli titik SPPG

Bupati Ammy menegaskan bahwa hasil pengecekan lapangan ini memperkuat dugaan adanya praktik hustle ilegal berupa jual-beli titik SPPG.

Modusnya, oknum tertentu mendaftarkan lokasi fiktif tersebut untuk kemudian ditawarkan dan diperjualbelikan kepada pihak lain demi meraup keuntungan sepihak. Padahal, jika ditinjau dari aspek kesiapan infrastruktur maupun legalitas hukum, proyek di titik-titik tersebut literally nol besar.

"Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi," ucapnya.

"Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak," sambungnya.

Gunakan nama yayasan Sony

Afiliasi di balik seratusan titik bermasalah ini pun terbilang sus (mencurigakan). Mayoritas lokasi bodong tersebut diketahui didaftarkan melalui sebuah yayasan yang menyeret nama Sony Sanjaya.

Diketahui Sony belakangan ini memang sedang ramai menjadi trending topic akibat dugaan keterlibatannya dalam pusaran kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025-2026.

"Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony," ucap Ammy.

Tutup sementara pendaftaran titik baru

Sebagai langkah damage control, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap bersama tim investigasi BGN langsung mengambil tindakan tegas dengan me-lock atau menutup sementara portal pendaftaran SPPG baru di wilayah tersebut.

Sebelum program kembali di-running, 100 titik fiktif yang merugikan ini akan di-purge alias dihapus total dari database.

"Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi yang dikirim Bu Naniek waktu mereka ke Cilacap, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk 100 titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi program. Tapi kembali ke kebijakan pusat," terang Ammy.

Meski diterpa skandal, Pemkab Cilacap memastikan mereka tetap stay committed mendukung penuh program pemenuhan gizi dari pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat. "Saya mendukung program prioritas Presiden," tuturnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Temuan ratusan titik SPPG fiktif di Cilacap menjadi pengingat bahwa program publik yang baik tetap membutuhkan pengawasan dan verifikasi yang ketat. Langkah evaluasi dan penertiban yang dilakukan menunjukkan pentingnya menjaga transparansi serta akuntabilitas agar program pemenuhan gizi dapat berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Cilacap Kabupaten Cilacap SPPG Dapur SPPG

Infografis

Terkini