93 Sekolah Rakyat Segera Beroperasi, Mensos Minta Pemda Sat Set!

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 19 Juni 2026 | 08:39 WIB
93 Sekolah Rakyat Segera Beroperasi, Mensos Minta Pemda Sat Set!
Kementerian Sosial menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Rabu (17/6/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta — Program Sekolah Rakyat, yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, bersiap beroperasi penuh pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Hingga saat ini, antusiasme warga miskin ekstrem melonjak tajam hingga menembus 48.975 pendaftar, melampaui kuota awal yang ditetapkan sebesar 32.640 siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, fase transisi menuju operasional ini merupakan masa krusial yang membutuhkan respons cepat dan kolaborasi total dari pemerintah daerah (Pemda).

"Gedung selesai bukan berarti sekolah siap. Bagaimana memindahkan siswa, menerima siswa baru, dan memastikan dukungan di tahap awal, itu yang menentukan," tegas Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Rabu silam (17/06/2026).

Dikutip dari laman Kemensos, rakor tersebut dihadiri oleh 126 perwakilan pemda dari 93 kabupaten/kota. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat progres pembangunan fisik 93 sekolah permanen kini telah mencapai 78,75 persen, di mana 69 lokasi sudah rampung total dan 24 lainnya sudah bisa difungsikan.

Secara total, pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang, akan ada 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah ini merupakan gabungan dari 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan tahun 2025, dan 8 sekolah rintisan baru tahun 2026.

Menyasar anak putus sekolah dan kelompok rentan

Data Kementerian Sosial mencatat mayoritas calon siswa berasal dari kelompok paling rentan. Sebesar 85,8 persen merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 77,6 persen berada di desil 1–2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSN). Menariknya, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang sebelumnya sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolah.

"Yang kita lihat bukan hanya capaian akademik, tapi perubahan anak-anak ini. Mereka sekarang jauh lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan punya harapan terhadap masa depan," lanjut Gus Ipul.

Oleh karena itu, Kemensos menetapkan tujuh langkah percepatan yang harus dikejar sebelum tenggat waktu 14 Juli. Langkah tersebut meliputi penetapan siswa, sosialisasi, hingga mobilisasi guru dan siswa. Kemensos juga meminta pemda membantu menyediakan guru sementara di tahap awal untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kependidikan.

"Tujuh langkah ini sudah terkunci dalam jadwal. Yang bisa kita kendalikan adalah kecepatan respons Pemda di setiap tahap," kata Mensos.

Selain kesiapan teknis dan infrastruktur, pemerintah memastikan adanya jaring pengaman komprehensif bagi siswa, mencakup layanan kesehatan, dukungan psikologis, pendamping sosial, hingga jaminan keamanan lingkungan sekolah.

Respons dan komitmen daerah

Komitmen percepatan langsung direspons oleh sejumlah daerah. Perwakilan Kabupaten Boalemo, Syafrudin Kadir Lamusu, menyatakan kesiapannya untuk mendorong sosialisasi dan memastikan penyerapan siswa tepat sasaran.

Senada, perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan juga menegaskan langkah konkret untuk melegalkan peralihan status sekolah rintisan. "Kami akan menindaklanjuti proses transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen melalui penerbitan SK transisi," ujarnya.

Rakor tersebut ditutup secara resmi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis oleh perwakilan Provinsi Sulawesi Barat dan Kota Palangkaraya, yang kemudian diikuti oleh seluruh perwakilan daerah lainnya.

Sebagai bentuk transparansi dan upaya menggalang dukungan publik, Kementerian Sosial dalam waktu dekat juga berencana menggelar kegiatan open house Sekolah Rakyat yang bisa diakses oleh masyarakat umum. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Projek Sekolah Rakyat garapan Kemensos lagi hype parah sampai pendaftarnya membludak hampir 50 ribu anak (padahal kuotanya cuma 32 ribu), dominan dari keluarga prasejahtera yang bahkan banyak yang tadinya putus sekolah. Gedung permanennya udah mau kelar dan siap ready to use pas tahun ajaran baru Juli nanti, makanya Gus Ipul langsung nge-push Pemda biar gerak cepat sat-set ngurusin masa transisinya, biar pas go-live semuanya udah aman dan nggak chaos.

Kemensos sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Program Strategis Nasional

Infografis

Terkini