Imbas Dolar yang Sempat Menguat: Material Bangunan Terkerek Naik, Kementerian PKP Hitung Ulang Harga Rumah Subsidi
astakom.com, Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) lagi menghitung ulang harga rumah subsidi. Hal ini dilakukan lantaran imbas kenaikan beban konstruksi.
Akan tetapi, hal ini perlu pertimbangan lebih jauh baik dari segi suplai atau pengembangan maupun demand, dalam hal ini pembeli rumah. Jadi untuk perubahannya belum dilakukan dan nggak bakal dalam waktu dekat.
Sri Haryati selaku Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP bilang kalau sekarang pihaknya lagi membicarakan wacana penyesuaian harga subsidi kepada para ketua asosiasi di sektor perumahan.
"Kita saat ini bersama para Ketum sedang membicarakan, diskusikan. Karena kan tadi kita tahu memang ada kenaikan harga konstruksi," kata Sri saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (17/06/2026).
Diperhitungkan dan menimbang beberapa aspek
Sri pastikan kalau wacana kenaikan harga rumah subsidi ini tetep bakal diperhitungkan daya serap pasar, dalam hal ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
Perhitungan yang dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan ini dilakukan demi mewujudkan target Presiden Prabowo program 3 juta rumah bisa terealisasi.
"Tapi kan kalau kami, pemerintah, tentu harus memperhatikan MBR-nya, sampai berapa nih dia bisa punya kemampuan menyicil kalau ada kenaikan," dia menambahkan.
Kualitas dan Perbankan
Selain itu, dia juga menjelaskan kalau kualitas rumah subsidi juga jadi pertimbangan lain dari pemerintah kalau harganya mengalami kenaikan.
"Terus kalau ada kenaikan kualitasnya bagaimana. Tentu kualitas juga harus bagus itu, jadi perbankannya gimana gitu. Jadi saat ini masih kita diskusikan (wacana kenaikan rumah subsidi)," katanya.
Situasi global picu kenaikan harga material bangunan
Seperti yang kita tahu, harga bahan baku global, biaya energi dan biaya distribusi memicu kenaikan harga material bangunan. Besi beton dan baja ringan, semen, pasir, dan batu split, keramik dan granit juga kabel listrik berbahan tembaga ikut terkerek naik.
Di samping faktor material, kenaikan beban upah para pekerja konstruksi juga jadi komponen tambahan pembentuk harga jual rumah, baik subsidi maupun komersial. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Penyesuaian harga rumah subsidi belum naik dalam waktu dekat karena pemerintah baru mau ngitung ulang dampak biaya konstruksi yang makin mahal. Fokusnya tetap cari balance antara developer, kualitas rumah, dan kemampuan cicilan MBR. Target besarnya tetap ngejar program 3 juta rumah tanpa bikin akses hunian makin berat.









