Terobosan Baru! Menhaj Sambut Kepulangan 375 Jemaah Haji Lewat Koridor Biometrik Sistem

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Kamis, 18 Juni 2026 | 01:17 WIB
Terobosan Baru! Menhaj Sambut Kepulangan 375 Jemaah Haji Lewat Koridor Biometrik Sistem
Terobosan Baru! Menhaj Sambut Kepulangan 375 Jemaah Haji Lewat Koridor Biometrik Sistem

astakom.com, Jakarta – Kedatangan 375 jemaah haji dari kelompok penerbangan (kloter) SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya disambut hangat secara langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf.

Repatriasi tahun ini tercatat sebagai tonggak sejarah baru dalam pelayanan haji di Jawa Timur, menyusul suksesnya implementasi sistem imigrasi terpadu yang bebas antrean.

Jemaah haji yang tiba tersebut merupakan gabungan dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.

Melalui ketibaan kloter SUB-56 ini, jemaah asal Surabaya menjadi yang pertama merasakan kemudahan fasilitas imigrasi modern berbasis teknologi verifikasi biometrik.

Apresiasi Menag untuk jemaah dan petugas

Menteri Haji menyampaikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan para jemaah yang sukses menjaga keutuhan kelompok hingga tiba kembali di tanah air. Di samping itu, ia juga mengapresiasi dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh petugas haji dari berbagai instansi terkait.

“Kami sangat mengapresiasi kedisiplinan para jamaah haji yang kembali bersama kelompok mereka dengan utuh. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji,” ucap Menteri Haji di Asrama Haji Surabaya dikutip oleh astakom pada Rabu, (17/6/2026).

Pangkas antrean lewat inovasi  

Dalam penjelasannya, Menteri menyebutkan kalau inovasi Gerbang Koridor Proses Tanpa Hambatan Imigrasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi menjadi pilar utama pemulangan tahun ini.

Melalui mekanisme tersebut, antrean konvensional yang menyita waktu dapat dipangkas, sehingga jemaah bisa melewati proses imigrasi dengan lebih cepat saat tiba di asrama.

Melalui pemindaian iris atau metode identifikasi, teknologi otomatis tersebut langsung menyelaraskan data transit para penumpang dengan manifes penerbangan resmi yang tersedia.

Cukup bawa paspor tanpa cap manual

Melalui sistem baru ini, para jemaah hanya perlu membawa paspor mereka saat melewati gerbang koridor. Sistem imigrasi secara otomatis akan membaca dan mencatat data biometrik jemaah, sehingga tidak diperlukan lagi cap paspor manual. Layanan tersebut menawarkan pengalaman pemeriksaan kedatangan yang jauh lebih cepat sekaligus memberikan kenyamanan ekstra.

Misi transformasi menuju Haji mabrur

Sebagai penutup, Menteri Haji berharap esensi dari ibadah yang telah dilaksanakan para jemaah dapat berdampak jangka panjang dalam membentuk kepribadian mereka. Perubahan tersebut dinilai menjadi bagian penting yang mendukung pencapaian target kerja strategis kementerian.

"Kementerian berharap para jamaah haji kembali sebagai Haji Mabrur dan Mabrurah (haji yang diterima). Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas ibadah, penguatan semangat sosial, dan adanya perilaku yang jauh lebih baik di masyarakat. Transformasi positif ini adalah inti dari visi dan misi Tri Sukses (Triple Success) Kementerian Haji dan Umrah," tutup Menteri. (nAD/aRsp)

​Gen Z Takeaway

Pulang haji sekarang udah next level banget dan gak pakai ribet! Lewat implementasi seamless biometric corridor, jemaah gak perlu lagi ngerasain drama antrean panjang atau nunggu cap paspor manual yang bikin pegel setelah penerbangan jauh. Inovasi tech-driven ini jadi bukti nyata kalau digitalisasi biometrik gak cuma buat konser atau bandara internasional luar negeri aja, tapi udah sukses diterapin buat mempermudah orang tua kita yang pulang ibadah dengan lebih satset dan nyaman.

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Jemaah Haji Indonesia Haji 2026

Infografis

Terkini