Kemitraan RI-Jerman Naik Level: Manufaktur dan Semikonduktor Jadi Fokus Baru
astakom.com, Jakarta - Hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman mulai masuk fase baru. Kalau sebelumnya kerja sama lebih banyak soal impor teknologi dan barang modal (capital goods), sekarang pemerintah mendorong Jerman untuk ikut build industri langsung di Indonesia, khususnya sektor strategis seperti semikonduktor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia tengah membuka peluang kolaborasi yang lebih deep dengan Jerman untuk memperkuat ekosistem semikonduktor nasional. Salah satu peluangnya lewat perusahaan Jerman yang sudah beroperasi di Indonesia, seperti Infineon di Batam, Kepulauan Riau.
“Indonesia secara spesifik minta untuk ekosistem semikonduktor karena mereka masih kuat, dan perusahaan Jerman sudah beroperasi di Indonesia juga, di Pulau Batam yaitu Infineon. Jadi kita ingin agar ini diperdalam," kata Airlangga selepas agenda pertemuan dengan delegasi Jerman di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (17/06/2026).
Selain semikonduktor, Jerman juga melihat potensi sektor lain di Indonesia seperti rare earth dan nikel. Namun, pemerintah tetap selektif agar investasi yang masuk benar-benar punya impact besar dan tidak menambah persoalan oversupply industri global.
Prefer arahkan ke sektor produktif baru
Airlangga juga ngespill kalau sekarang Benua Biru lagi dihadapkan dengan masalah kelebihan kapasitas produksi baja. Diketahui mereka punya rencana untuk mengurangi kuota produksi baja dari 80 juta ton menjadi 40 juta ton saja.
Makanya, Indonesia pastiin nggak akan menambah beban kelebihan pasokan itu dan prefer untuk mengarahkan investasi Jerman ke sektor produktif baru yang masih sangat terbuka luas.
Fundamental ekonomi RI bikin Jerman optimis
Selain itu, Indonesia juga menilai investor Jerman punya orientasi jangka panjang karena melihat fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Sehingga mereka optimis menjadikan Indonesia sebagai pangkalan produksi dalam jangka waktu yang lama.
Hal ini menjadi modal penting untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan kekuatan ekonomi menengah yang makin diperhitungkan.
Investasi jangka panjang
“Mereka kan semua investor long time. Jadi view-nya tidak harian. Tidak memonitor saham tiap hari. Jadi mereka semuanya long-term,” kata Airlangga.
"Jadi tentu kalau kita bicara long-term, fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, bahkan Indonesia itu mereka katakan menjadi middle power, negara kekuatan menengah yang semakin lama semakin penting," ungkap Airlangga. (Shynt/aNs)
Gen Z Takeaway
Indonesia lagi push kerja sama level next dengan Jerman, bukan cuma impor teknologi tapi juga build industri semikonduktor langsung di dalam negeri. Investor Jerman dinilai punya long-term mindset dan makin yakin sama fundamental ekonomi RI. Efeknya, peluang transfer teknologi dan investasi strategis bisa makin gede.









