Gempa Sulteng Bikin 29 BTS Terdampak, Baru 8 yang Kembali Aktif

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 17 Juni 2026 | 13:48 WIB
Gempa Sulteng Bikin 29 BTS Terdampak, Baru 8 yang Kembali Aktif
Gempa Sulteng Bikin 29 BTS Terdampak, Baru 8 yang Kembali Aktif (Komdigi)

astakom.com, Jakarta - Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), kemarin siang (16/06/2026), tak hanya berdampak pada aktivitas warga dan infrastruktur fisik. Jaringan telekomunikasi juga ikut terdampak setelah puluhan Base Transceiver Station (BTS) mengalami gangguan layanan di sejumlah wilayah.

Melansir pernyataan resmi Kemkomdigi dalam siaran pers bertajuk "Kemkomdigi Pantau Pemulihan Jaringan Pascagempa Sulawesi Tengah, 8 Site BTS Berhasil Dipulihkan", pemerintah saat ini terus memantau dan mengoordinasikan pemulihan layanan telekomunikasi pascagempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kemkomdigi hingga pukul 15.00 WIB pada Selasa (16/06/2026), tercatat sebanyak 29 site BTS dari total 2.601 site atau sekitar 1,04 persen mengalami gangguan layanan. Gangguan tersebut tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.

Delapan BTS sudah pulih, 21 lainnya masih dalam pemulihan

Kemkomdigi mencatat sebagian layanan telekomunikasi yang terdampak mulai kembali beroperasi. Dari total 29 site BTS yang mengalami gangguan, sebanyak delapan site berhasil dipulihkan atau sekitar 27,59 persen dari total site terdampak.

Sementara itu, masih terdapat 21 site atau sekitar 72,41 persen yang berada dalam kondisi down dan masih menjalani proses pemulihan.

Melansir pernyataan resmi Kemkomdigi, pemulihan tercepat terjadi di Kota Palu dengan lima site yang telah kembali beroperasi. Kabupaten Sigi menyusul dengan tiga site yang berhasil dipulihkan. Adapun Kabupaten Poso masih menjadi wilayah dengan jumlah site terdampak terbanyak yang belum sepenuhnya pulih, yakni sebanyak 13 site.

"Dari jumlah tersebut, 8 site telah berhasil dipulihkan atau sekitar 27,59 persen dari total site terdampak," dikutip dari keterangan resmi Kemkomdigi dalam siaran pers Kemkomdigi pada Rabu (17/06/2026).

Gangguan dipicu listrik padam dan jalur transmisi terputus

Berdasarkan laporan operator telekomunikasi yang diterima Kemkomdigi, gangguan layanan terjadi akibat terputusnya jalur transmisi dan pasokan listrik setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Kondisi itu membuat sebagian BTS tidak dapat beroperasi secara normal sehingga berdampak pada layanan komunikasi masyarakat di sejumlah titik terdampak.

Untuk mempercepat pemulihan, Kemkomdigi memastikan koordinasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, dan pihak terkait terus dilakukan agar layanan komunikasi di seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal secepat mungkin.

Selain memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi, Kemkomdigi juga terus memantau kondisi personel dan fasilitas telekomunikasi di lapangan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat laporan korban di lingkungan fasilitas telekomunikasi yang terdampak gempa.

"Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus menyampaikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihan jaringan sesuai hasil pemantauan dan laporan dari operator telekomunikasi," dikutip dari keterangan resmi Kemkomdigi.

Saat jaringan terganggu, satelit jadi andalan menjaga konektivitas

Upaya menjaga layanan telekomunikasi juga sebelumnya dilakukan Kemkomdigi di wilayah perbatasan Indonesia. Saat proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane berlangsung, Kemkomdigi mengambil langkah mitigasi untuk memastikan layanan komunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tetap berjalan.

Melansir siaran pers resmi Kemkomdigi bertajuk "Kemkomdigi Tambah Kapasitas Satelit Untuk Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro", kementerian melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menambah kapasitas bandwidth menggunakan Satelit Republik Indonesia (Satria) hingga mencapai 50 sampai 150 Mbps pada 154 titik layanan.

Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler guna memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik dan objek vital tetap terjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.

Upaya ini menunjukkan bahwa menjaga konektivitas tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, baik saat menghadapi dampak bencana maupun ketika terjadi gangguan pada infrastruktur telekomunikasi di wilayah terluar dan perbatasan.

Dampak gempa juga picu kerusakan rumah dan korban jiwa

Melansir dari Astakom.com pada Rabu (17/06/2026), dampak gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah tidak hanya dirasakan pada sektor telekomunikasi. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat satu warga meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, serta ratusan jiwa terdampak di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Kota Palu, dan Kabupaten Poso.

BNPB juga melaporkan sedikitnya 67 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Selain rumah warga, kerusakan turut terjadi pada fasilitas ibadah, gedung perkantoran, jembatan, tempat usaha, hingga ruas jalan penghubung Palu-Sigi-Poso. Besarnya dampak gempa tersebut menjadi gambaran kondisi di lapangan yang turut memengaruhi berbagai infrastruktur penting, termasuk layanan telekomunikasi yang saat ini masih dalam proses pemulihan di sejumlah wilayah terdampak. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa besar bukan cuma soal bangunan rusak atau aktivitas warga yang terganggu. Di era digital, koneksi internet dan jaringan seluler juga jadi infrastruktur penting yang harus tetap menyala saat situasi darurat terjadi. Dari pemulihan 29 BTS terdampak di Sulawesi Tengah hingga pemanfaatan Satelit Satria untuk menjaga layanan di wilayah kepulauan, konektivitas kini jadi salah satu elemen penting yang membantu masyarakat tetap terhubung, mengakses informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah situasi yang penuh tantangan.

BTS (Base Transceiver Station) Jaringan Gempa Bumi Gempa Sulawesi Tengah komdigi Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT)

Infografis

Terkini

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Haji

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas (Ratas) bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan Tim Pengawas (Timwas) Haji, di Hambalang, Bogor.

Footage 18:52 WIB