Wapres Gibran Ajak Pelajar-Guru Kuasai AI sebagai Support System dan Life Hack
astakom.com, Jakarta — Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, mengajak seluruh pelajar dan guru di Indonesia untuk tidak FOMO dan mulai menguasai teknologi Artificial Intelligence (AI).
Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi transformasi digital global yang bergerak sangat masif.
"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ungkap Gibran dalam unggahan video di akun Instagram resmi @setwapres.ri, dikutip Rabu (17/06/2026).
Menurut Gibran, dunia saat ini sedang mengalami pergeseran vibe yang sangat cepat, di mana fokus literasi konvensional kini telah bergeser sepenuhnya menjadi literasi digital yang berbasis pada kecerdasan buatan.
AI sebagai support system pembelajaran
Gibran mengingatkan para pelajar agar tidak salah kaprah dalam memanfaatkan AI. Alih-alih dijadikan alasan untuk malas-malasan, AI justru harus dipandang sebagai support system untuk mempercepat proses pembelajaran.
Wapres mengibaratkan teknologi ini layaknya asisten pribadi yang siap membantu hunting data, level up kemampuan bahasa asing, hingga menyederhanakan rumus matematika yang rumit.
Kendati demikian, Wapres memberikan catatan penting agar ketergantungan pada AI tidak sampai membuat generasi muda kehilangan daya kritis mereka. Penggunaan teknologi baru ini tetap harus ditujukan untuk memicu kreativitas serta mempertahankan mindset yang mandiri.
"Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja," terang Gibran.
Bagi Gibran, kemampuan untuk tetap berpikir kritis dan upgrade skill digital secara bijak merupakan keypoint utama demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Pemanfaatan AI untuk guru-orang tua
Tidak hanya untuk pelajar, Gibran juga meminta para guru dan orang tua agar tidak clueless atau canggung dalam beradaptasi dengan laju teknologi.
Pemanfaatan AI yang tepat dinilai bisa menjadi life hack yang efektif untuk memangkas beban administratif para guru di sekolah.
Melalui bantuan AI, tenaga pendidik dapat dengan mudah menyusun soal ujian, merancang materi pembelajaran yang lebih engaging, serta memberikan contoh kasus yang aplikatif untuk murid.
Kesiapan tata kelola AI nasional
Dalam kesempatannya, Wapres menitipkan pesan yang cukup deep mengenai pentingnya menjaga etika dan integritas. Ia menegaskan agar AI tidak disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Indonesia sendiri telah menyelesaikan readiness assessment methodology dari UNESCO demi memastikan tata kelola AI nasional di masa depan sudah benar-benar ready dan aman.
"Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," jelas Gibran. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Pesan utama Gibran simpel: jangan cuma jadi pengguna, tapi kuasai AI sebagai bekal menghadapi era digital. AI bisa jadi alat bantu belajar dan meningkatkan produktivitas, tetapi tetap harus diimbangi dengan pola pikir kritis dan etika agar teknologi dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.









